
Doremi hadir sebagai sahabat si Kecil dalam setiap langkah petualangan. Dengan produk perawatan anak yang lembut, aman, dan halal, Doremi menemani eksplorasi mereka yang penuh warna serta menyalakan imajinasi tanpa batas.

Moms, pernah nggak sih merasa susah mengajari si kecil untuk berani bilang "tidak"? Anak-anak kadang masih bingung, takut menyakiti hati orang, atau sekadar belum terbiasa menolak sesuatu yang sebenarnya nggak mereka inginkan. Padahal, kemampuan mengatakan "tidak" ini sangat penting supaya mereka bisa menjaga diri dan memahami batasan pribadinya sejak dini.
Melatih keberanian bilang "tidak" itu adalah salah satu pondasi utama dalam parenting anak. Proses ini memang bukan hal mudah dan butuh kesabaran yang ekstra dari Moms. Namun, Moms gak perlu khawatir, karena cara mengajarkan keberanian berkata "tidak" bisa dibuat menyenangkan dan penuh keceriaan melalui storytelling anak dan permainan seru yang membuat si kecil belajar sambil bermain. Suasana yang fun membuat anak nyaman dan lebih mudah menyerap pelajaran penting ini dibanding hanya diberi aturan yang cenderung kaku.
Pentingnya Berani Bilang "Tidak" dalam Perkembangan Anak

Sebagai orang tua yang peduli, Moms pasti ingin anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan mampu menjaga dirinya sendiri, bukan? Salah satu langkah penting dalam parenting anak adalah mengajarkan kapan si kecil harus berani mengatakan "tidak" dengan tepat. Anak yang bisa mengungkapkan keinginannya secara tegas tapi sopan memang cenderung lebih percaya diri dan punya skill menjaga diri dari hal-hal yang berpotensi berbahaya. Sayangnya, anak-anak di usia dini biasanya masih sulit memahami batasan yang mereka miliki sendiri. Di satu sisi, mereka ingin menyenangkan orang tua dan lingkungan sekitar. Di sisi lain, mereka juga belum terbiasa menolak permintaan meski itu merupakan hak mereka sendiri. Ini wajar karena kemampuan menolak butuh proses pembelajaran dan latihan yang konsisten.
Moms bisa mulai mengenalkan arti kata "tidak" lewat cerita ke anak yang sederhana dan fun. Melalui cerita ke anak atau storytelling, Moms bisa menyampaikan pesan moral tanpa menimbulkan rasa takut atau tertekan. Misalnya, Moms cerita ke anak tentang kisah tokoh kartun favorit yang berani berkata "tidak" pada hal-hal yang membahayakan dirinya. Cerita seperti ini mudah dimengerti dan memberikan inspirasi pada anak agar mereka juga bisa mengikuti jejak yang benar. Selain pesan verbal, Moms juga bisa memperhatikan ekspresi dan emosi si kecil saat menyerap ilmu tersebut. Kadang anak ingin menolak, tapi belum punya keberanian verbal. Makanya, pendekatan sabar dan pemahaman ini jadi kunci utama keberhasilan parenting anak saat mengenalkan kata "tidak".
Storytelling Anak dan Permainan untuk Anak: Media Belajar yang Asyik dan Berkesan

Storytelling anak adalah cara asik dan efektif untuk mengajarkan anak berani bilang "tidak". Moms bisa pilih cerita yang penuh warna dan tokoh yang disukai supaya anak betah mendengarnya. Saat Moms bercerita, anak-anak juga bisa diajak aktif berdialog dengan pertanyaan sederhana, misalnya, "Kalau kamu jadi tokoh ini, kapan kamu harus bilang 'tidak' ya?" Dengan cara seperti ini, anak tidak cuma mendengar, tapi juga diajak berpikir dan mulai melatih keberaniannya sendiri. Selain storytelling anak, Moms juga sebaiknya menggunakan permainan untuk anak supaya mereka praktek langsung mengucapkan kata "tidak" dalam suasana yang aman dan menyenangkan.
Misalnya Moms dan si kecil bisa bermain peran di rumah. Moms berperan sebagai teman yang menawarkan sesuatu yang dia nggak suka, dan anak berlatih menolak dengan sopan tapi tegas. Metode permainan untuk anak ini sangat efektif karena memberikan pengalaman nyata yang membuat anak semakin percaya diri saat menghadapi penolakan di kehidupan nyata. Kalau Moms konsisten memadukan storytelling anak dan permainan untuk anak, hasilnya biasanya terasa lebih cepat. Anak tidak hanya hafal kata 'tidak', tapi benar-benar mengerti kapan dan bagaimana menyampaikannya. Melalui parenting anak yang fun dan interaktif, si kecil juga merasa dihargai dan makin dekat dengan Moms karena belajar bersama dengan penuh kasih sayang.
Lengkapi Perawatan Si Kecil dengan Doremi Hair Lotion Ekstrak Kemiri
Selain memberikan perhatian pada pengembangan mental dan perilaku agar si kecil berani bilang “tidak,” Moms juga perlu memastikan kenyamanan fisiknya sepanjang hari. Anak yang merasa nyaman dengan dirinya sendiri termasuk kondisi rambut dan kulit kepalanya, biasanya akan lebih percaya diri dalam menjalani aktivitasnya. Bayangkan saja, rambut sehat yang lembut dan kulit kepala yang terawat tentu membuat si kecil bebas bergerak tanpa merasa risih. Di sinilah perawatan rambut tidak bisa Moms lewatkan begitu saja. Salah satu produk yang bisa Moms andalkan adalah Doremi Hair Lotion Ekstrak Kemiri. Lotion ini diformulasikan khusus dengan bahan alami kemiri yang dikenal sejak lama mampu menutrisi dan merawat rambut dan kulit kepala secara lembut. Dengan pemakaian rutin, Doremi Hair Lotion dapat membantu membuat rambut lebih terasa halus dan mudah diatur, dan membuatnya harum sepanjang hari. Keunggulan DOREMI Hair Lotion ini juga terletak pada teksturnya yang ringan dan cepat menyerap, sangat cocok untuk anak-anak yang aktif bergerak.
Jadi Moms, Doremi Hair Lotion bisa menjadi bagian dari rutinitas harian si kecil, untuk mendukung mereka agar selalu tampil segar dan percaya diri. Karena pada dasarnya, percaya diri itulah yang akan membantu si kecil tidak hanya merasa nyaman secara fisik, tetapi juga berani mengatakan "tidak" saat menghadapi situasi yang memang harus ditolak. Perpaduan antara cara mengajarkan keberanian lewat storytelling dan permainan, ditambah perawatan dengan Doremi Hair Lotion Ekstrak Kemiri akan membentuk si kecil menjadi pribadi yang mandiri, kuat, dan cakap dalam menjaga batasan dirinya sendiri.
Yuk mulai ajarkan anak berkata 'tidak', karena itu adalah bekal penting untuk masa depannya!

Pernah ada perasaan khawatir karena berat badan buah hati terlihat berbeda dari teman-teman sebayanya? Ada yang tampak lebih gemuk, ada juga yang masih terlihat mungil padahal usianya sama. Jangan buru-buru panik ya, Moms! Setiap anak punya pola tumbuh kembang yang unik. Yang terpenting bukan soal siapa yang paling cepat naik beratnya, tapi apakah Si Kecil tumbuh sehat, aktif, dan bahagia.
Sebagai orang tua, wajar banget kalau kita ingin memastikan berat badan anak selalu dalam kondisi ideal. Tapi perlu diingat, angka di timbangan hanyalah salah satu indikator dari sekian banyak tanda pertumbuhan. Banyak faktor yang mempengaruhi berat badan Si Kecil, mulai dari pola makan, kualitas tidur, aktivitas sehari-hari, hingga faktor genetik. Karena itu, cara terbaik untuk menilai perkembangan mereka bukan dengan membandingkan, tapi dengan memahami kurva pertumbuhan dan pola tumbuh yang sesuai usianya. Kalau Moms tahu cara memantau berat badan anak dengan bijak, Moms bisa menghindari rasa cemas berlebihan dan lebih fokus untuk mendukung pertumbuhan mereka dengan cara yang sehat dan menyenangkan.
Yuk Pahami Kurva Pertumbuhan dan Tumbuh Kembang Si Kecil

Moms mungkin sering mendengar tentang kurva pertumbuhan saat berkunjung ke posyandu atau dokter anak. Kurva ini adalah alat penting untuk melihat apakah Si Kecil tumbuh sesuai dengan usianya. Di sana, berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala dicatat untuk dibandingkan dengan standar pertumbuhan anak-anak seusianya. Dari grafik inilah dokter bisa membantu Moms memahami apakah gizi anak sudah terpenuhi dengan baik. Kalau berat badan Si Kecil berada di bawah garis normal, artinya mereka mungkin memerlukan tambahan nutrisi untuk mendukung pertumbuhannya. Tapi kalau angkanya terlalu tinggi, itu juga bisa jadi tanda bahwa Moms perlu mengatur kembali pola makan agar tetap dalam batas sehat. Meski begitu, jangan terlalu terpaku pada angka semata. Berat badan ideal setiap anak bisa berbeda karena pengaruh genetik, pola aktivitas, dan metabolisme tubuh masing-masing.
Cara paling sederhana untuk memastikan Si Kecil berada di jalur yang baik adalah dengan menimbang berat badan secara rutin setiap bulan. Catat hasilnya agar Moms bisa melihat tren pertumbuhannya. Jika berat badan naik perlahan namun stabil, itu tandanya tubuh mereka beradaptasi dengan baik terhadap asupan makanan dan aktivitas harian. Perubahan kecil tapi konsisten jauh lebih baik daripada naik turun secara drastis. Tapi ada satu hal penting Moms, jangan membandingkan Si Kecil dengan anak lain. Anak-anak tumbuh dalam ritme yang berbeda, jadi fokuslah pada kemajuan mereka sendiri. Ketika Moms memantau dengan sabar dan bijak, Moms akan lebih tenang dan bisa menikmati setiap momen tumbuh kembang mereka.
Gaya Hidup Sehat yang Bikin Si Kecil Tetap Ceria dan Aktif

Selain memantau kurva pertumbuhan, kunci menjaga berat badan anak tetap ideal adalah dengan membentuk pola hidup sehat sejak dini. Bukan hanya dari makanan, tapi juga dari kebiasaan tidur, bermain, dan menjaga kebersihan tubuh. Semua hal kecil ini saling terhubung dalam membangun fondasi pertumbuhan yang kuat bagi Si Kecil. Mulailah dengan pola makan yang seimbang. Sajikan makanan yang beragam dan penuh warna agar Si Kecil tertarik untuk mencoba. Dalam satu piring, pastikan ada sumber karbohidrat, protein, lemak sehat, sayur, dan buah. Gizi seimbang ini penting supaya tubuh mereka mendapat energi yang cukup untuk belajar, bermain, dan beraktivitas seharian. Jika Moms punya waktu berlebih dan ingin membuat ikatan dengan Si Kecil dengan pengalaman yang lebih menyenangkan, ajak Si Kecil ikut membantu di dapur, misalnya mencuci sayur atau menata piring. Aktivitas sederhana seperti itu bisa membuat mereka lebih semangat makan.
Selain makanan, tidur juga punya peran besar dalam menjaga berat badan ideal. Saat tidur nyenyak, tubuh Si Kecil memproduksi hormon pertumbuhan yang membantu memperbaiki jaringan tubuh dan membangun otot. Anak yang kurang tidur cenderung mudah lelah, kurang fokus, bahkan bisa kehilangan nafsu makan. Karena itu, pastikan mereka tidur cukup sesuai usia. Anak prasekolah umumnya membutuhkan sekitar 10 hingga 12 jam tidur per hari, termasuk waktu tidur siang.
Aktivitas fisik juga nggak kalah penting. Biarkan Si Kecil aktif bergerak, bermain di luar, berlari, atau sekadar melakukan kegiatan sederhana di rumah. Aktivitas yang menyenangkan bisa menjaga metabolisme tubuh tetap baik dan membantu penyerapan nutrisi dengan optimal. Saat anak aktif, tubuh mereka jadi lebih sehat dan gizi anak terserap sempurna, membantu menjaga berat badan anak tetap stabil.
Nah, karena Si Kecil aktif seharian, pasti mereka juga lebih sering berkeringat dan kotor. Di sinilah pentingnya menjaga kebersihan tubuh agar tetap segar dan nyaman. Moms bisa andalkan Doremi Shampoo dan Hair and Body Wash sebagai teman mandi andalan setiap hari. Produk ini dibuat dengan formula lembut yang aman untuk kulit dan rambut anak. Wangi segarnya bikin waktu mandi jadi momen yang seru dan menyenangkan, bukan kewajiban yang membosankan. Selain membersihkan, Doremi juga membantu menjaga kelembapan kulit agar tetap halus dan tidak kering meski Si Kecil mandi dua kali sehari.
Dengan tubuh bersih dan segar, Si Kecil jadi lebih percaya diri dan siap bermain lagi keesokan harinya. Waktu mandi pun bisa jadi momen berharga untuk berbagi tawa dan kedekatan antara Moms dan buah hati. Karena dari hal-hal kecil seperti inilah tumbuh kembang mereka mendapatkan dukungan terbaik. Nikmati setiap tahap pertumbuhan mereka dengan sabar dan penuh cinta. Terus dukung dengan memenuhi gizi seimbang, tidur cukup, dan kebiasaan mandi yang menyenangkan bersama Doremi Shampoo dan Hair and Body Wash. Karena anak yang sehat, bersih, dan bahagia adalah cerminan dari perhatian penuh seorang orang tua yang luar biasa!

Moms, pernah nggak sih tiba-tiba nyadar kalau waktu bareng si kecil sekarang terasa makin singkat? Baru sebentar main bareng, eh, si kecil udah asyik lagi sama tablet, nonton video, atau main game. Rasanya pengen ikut nimbrung, tapi kadang kita sendiri malah kalah sama layar gadget yang lebih menarik buat mereka. Padahal, masa-masa mereka kecil itu cepet banget, ya, Moms. Setiap detiknya berharga dan sayang banget kalau sebagian besar habis untuk screen time gadget. Nah, sekarang saatnya Moms ambil kendali! Bukan dengan melarang sepenuhnya, tapi mengatur screen time anak supaya lebih seimbang antara dunia digital dan dunia nyata.
Kabar baiknya, Moms nggak perlu bingung harus mulai dari mana. Ada banyak cara seru yang bisa Moms lakukan untuk bikin si kecil betah bermain di dunia nyata tanpa harus merasa "dijauhkan" dari hal yang mereka suka. Mulai dari piknik kecil di halaman, eksperimen sains sederhana, sampai masak bareng di dapur, semua bisa jadi momen bonding dengan anak yang bikin hubungan Moms dan si kecil makin akrab dan penuh cerita indah.
Kurangi Screen Time Anak dengan Aktivitas Seru dan Edukatif

Moms, sebenarnya nggak ada yang salah kok dengan screen time anak, asalkan porsinya pas. Masalahnya, kalau berlebihan, dampaknya bisa memengaruhi banyak hal dari kebiasaan bergerak, kreativitas, sampai interaksi sosial si kecil. Apalagi, menurut penelitian, anak yang terlalu lama terpapar gadget cenderung jadi lebih pasif dan kurang fokus. Nah, di sinilah peran Moms jadi penting banget untuk membantu si kecil menemukan keseruan lain di luar layar. Yuk, coba beberapa ide berikut untuk menggantikan sebagian screen time dengan aktivitas yang fun sekaligus edukatif:
Siapa bilang piknik harus pergi jauh, Moms? Gelar tikar di halaman rumah, siapkan camilan kesukaan si kecil, dan ajak mereka menikmati makan siang bareng di bawah sinar matahari. Sambil makan, Moms bisa ngobrol santai tentang bentuk awan, warna bunga, atau hewan kecil yang lewat. Aktivitas sederhana ini bisa bikin si kecil lebih dekat dengan alam sekaligus melatih rasa ingin tahunya. Supaya makin seru, libatkan si kecil dalam persiapan. Ajak mereka memilih buah, mengupas roti, atau menata camilan di wadah. Hasilnya, mereka merasa punya andil dan keterlibatan yang nyata. Percaya deh, cara ini bikin momen bonding dengan anak jadi lebih hangat.
Anak-anak punya rasa penasaran yang besar, lho Moms. Nah, ini bisa Moms manfaatkan untuk mengalihkan perhatian mereka dari gadget. Misalnya, ajak si kecil bikin eksperimen seru seperti membuat pelangi mini dengan gelas air dan cahaya, membuat “gunung meletus” pakai soda kue dan cuka, atau membuat gelembung raksasa. Selain bikin si kecil excited, eksperimen ini melatih kemampuan berpikir kritis, problem solving, dan kerja sama. Yang paling penting, Moms bisa ikut jadi “partner sains” mereka. Jadi bukan cuma belajar, tapi juga membangun momen akrab dengan anak melalui kegiatan seru dan penuh tawa.
Kalau si kecil suka ngemil, Moms bisa ajak mereka masak bareng. Pilih resep yang gampang dan fun, misalnya membuat pancake berbentuk lucu, salad buah warna-warni, atau es krim homemade. Saat masak, Moms bisa mengenalkan mereka pada bahan makanan, belajar mengukur takaran, dan melatih koordinasi tangan. Setelah selesai, Moms dan si kecil bisa menikmati hasil masakannya bersama. Nggak cuma mengajarkan skill baru, aktivitas ini juga bikin si kecil merasa dihargai dan bangga.
Ingat Moms, mengatur screen time gadget bukan berarti Moms harus melarang total, tapi lebih pada mengajarkan si kecil cara menggunakannya dengan bijak. Selain aktivitas seru, Moms bisa membuat aturan sederhana, jelas, dan konsisten supaya si kecil paham batasannya. Misalnya:
Kalau Moms konsisten, si kecil akan terbiasa mengatur waktunya sendiri dan belajar bahwa gadget bukan satu-satunya sumber hiburan. Dengan begitu, Moms punya lebih banyak kesempatan menciptakan momen akrab dengan anak melalui aktivitas nyata.
Doremi Kids Cologne: Wangi Ceria untuk Momen Bonding Lebih Seru

Supaya setiap momen bonding terasa lebih seru, pastikan si kecil selalu segar dan nyaman sepanjang hari. Doremi Kids Cologne hadir dengan aroma cheerful dan lembut, pas banget dipakai setelah mandi, sebelum piknik, atau saat main bareng di halaman. Wanginya yang segar dan tahan lama bikin si kecil makin pede dan happy saat beraktivitas.
Yang seru lagi, Moms bisa pilih wangi favorit sesuai karakter si kecil, lho! Ada banyak varian menarik seperti Pretty Daisy yang manis, Happy Teddy yang ceria, Lovely Jinny yang lembut, Cuttie Annie yang playful, Smiley Bobby yang segar, sampai dengan formula khusus Anak dan sudah teruji secara Dermatogi. Dengan banyak pilihan ini, Moms bisa menyesuaikan wangi sesuai kepribadian dan aktivitas si kecil. Formulanya juga aman untuk kulit anak-anak, jadi Moms nggak perlu khawatir iritasi. Doremi Kids Cologne siap menemani setiap langkah si kecil, bikin aktivitas bareng keluarga jadi lebih ceria, segar, dan berkesan!
Yuk Moms ciptakan keseimbangan screen time si kecil dan hadirkan lebih banyak kegiatan positif yang bikin harinya penuh warna. Dengan lebih banyak waktu berkualitas bareng, Moms nggak cuma menciptakan kenangan indah, tapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, kemandirian, dan kehangatan dalam keluarga. Karena pada akhirnya, kenangan terbaik bukan datang dari layar gadget, tapi dari tawa, pelukan, dan momen bonding dengan anak yang akan selalu diingat selamanya.

Tidak semua anak langsung percaya diri di lingkungan baru. Ada anak yang aktif berlari sambil menyapa, tapi ada juga yang lebih nyaman mengamati suasana dari sudut ruangan. Jika Moms punya buah hati yang pemalu, itu bukan berarti ia kurang pintar atau sulit bergaul. Sifat ini wajar dan bisa dilatih. Justru, dengan pendekatan yang tepat, Moms bisa membantu Si Kecil mengembangkan sosial skill anak dan perlahan membangun keberaniannya untuk berbicara atau bermain dengan orang lain.
Melatih keberanian anak tidak selalu harus dilakukan dengan cara "mendorong" mereka terjun langsung ke situasi yang membuatnya tidak nyaman. Justru, pendekatan yang terasa natural dan menyenangkan biasanya memberikan hasil yang lebih optimal. Anak akan merasa aman, diterima, dan termotivasi untuk mencoba berinteraksi. Ada dua langkah besar yang bisa Moms lakukan yaitu menciptakan lingkungan bermain yang aman serta memanfaatkan rutinitas harian untuk stimulasi positif.
Ciptakan Lingkungan Main yang Aman dan Seru
Lingkungan bermain yang aman sangat penting untuk membantu anak pemalu merasa percaya diri. Anak yang merasa tertekan atau takut biasanya akan memilih diam atau menjauh. Karena itu, Moms bisa memulai dari lingkungan yang sudah dikenalnya, seperti bermain bersama sepupu, saudara dekat, atau anak tetangga yang sudah akrab.
Saat anak merasa familiar dengan lingkungannya, ia akan lebih santai. Dari sini, Moms bisa mulai mengenalkan teman-teman baru sedikit demi sedikit. Tidak perlu terburu-buru mengajak Si Kecil ke acara besar atau taman bermain yang penuh orang. Pilihlah tempat dengan suasana tenang agar ia bisa fokus berinteraksi.

Permainan juga berperan besar dalam mengasah sosial skill anak. Pilih permainan yang melibatkan interaksi dan kerja sama, seperti menyusun balok, bermain masak-masakan, atau membuat karya seni bersama. Kegiatan ini mengajarkan anak untuk saling berbicara, mendengarkan, dan berbagi ide. Moms dapat membantu anak memulai percakapan dengan memberikan arahan kecil. Misalnya, "Coba tunjukkan ke temanmu cara membuat rumah dari balok." Kalimat sederhana seperti ini bisa memberi anak topik pembicaraan yang jelas dan mendorongnya untuk lebih percaya diri.
Selain permainan, ajak anak untuk ikut dalam kegiatan kelompok yang santai, seperti kelas mewarnai atau senam anak. Aktivitas ini memberikan kesempatan untuk berinteraksi tanpa tekanan kompetisi. Semakin sering anak mendapat pengalaman positif, semakin besar keberaniannya untuk mencoba hal baru. Penting juga bagi Moms untuk memberikan contoh. Tunjukkan bagaimana cara menyapa orang, tersenyum, dan mendengarkan lawan bicara. Anak sering meniru perilaku orang tuanya, jadi kebiasaan positif Moms akan menjadi pembelajaran langsung bagi mereka.
Stimulasi Positif Lewat Rutinitas Harian
Latihan membangun sosial skill anak tidak harus menunggu momen bermain. Moms bisa memanfaatkan rutinitas harian, seperti saat makan, belajar, atau mandi. Salah satu momen yang efektif adalah waktu mandi, karena biasanya anak lebih rileks dan terbuka. Saat mandi, Moms bisa mengajak Si Kecil berbicara tentang kegiatan hari itu, bernyanyi bersama, atau mengarang cerita lucu. Aktivitas ini melatih anak untuk menyampaikan pendapat, merespons pertanyaan, dan berimajinasi.
Gunakan Doremi Hair and Body Wash untuk membuat momen mandi jadi lebih menyenangkan. Wangi segar dari produk Doremi bisa meningkatkan mood anak, membuatnya lebih ceria dan semangat. Saat mood anak baik, mereka cenderung lebih terbuka untuk berinteraksi, baik dengan keluarga maupun teman.
Anak pun jadi terdorong untuk lebih antusias, berani mencoba hal berbeda, dan mulai berinteraksi tanpa ragu. Hal ini karena rasa segar dan nyaman setelah mandi dapat memberikan energi positif bagi anak. Ada banyak varians yang bisa moms pilih seperti Doremi Hair and Body Wash Pretty Daisy, Lovely Jinny, Smiley Bobby dan juga Doremi Nussa and Rarra. Doremi Hair&Body Wash dengan formula yang lembut dan sudah teruji secara Dermatologi cocok untuk digunakan setiap hari oleh anak-anak. Dengan tambahan kandungan NUTRISOFT dari Aloe Vera, Seledri & Pro Vitamin B5 membuat kulit & rambut anak tidak hanya bersih namun juga sehat, terawat dan terlindungi
Bukan cuma mandi, kegiatan seperti membaca buku sebelum tidur juga bisa jadi cara efektif untuk menstimulasi anak. Pilih bacaan yang mengangkat nilai keberanian, persahabatan, atau tokoh yang memotivasi mereka untuk berani bersosialisasi. Setelahnya, ajak anak ngobrol santai, misalnya, "Kalau kamu jadi tokoh ini, apa yang bakal kamu lakukan?" Pertanyaan sederhana seperti ini membantu mereka berlatih berpikir dan mengutarakan pendapat dengan lepas. Berikan apresiasi setiap kali anak menunjukkan kemajuan. Saat ia berani menyapa orang, tertawa bersama teman, atau mencoba permainan baru, ucapkan pujian seperti, "Hebat, tadi kamu mau ngobrol sama teman." Pujian yang tulus akan memperkuat rasa percaya diri anak dan memotivasi mereka untuk mencoba lagi.
Ada satu hal lagi yang penting nih Moms, hindari membandingkan Si Kecil dengan anak lain. Setiap anak berkembang dalam tempo yang berbeda. Fokuslah pada proses, bukan hasil instan. Jika Moms konsisten menyediakan lingkungan yang aman dan rutinitas positif, membangun keberanian anak akan terasa lebih mudah. Kunci utamanya adalah kesabaran dan konsistensi. Lingkungan yang nyaman, interaksi positif, dan dukungan emosional akan membantu anak belajar bahwa berbicara dan berinteraksi itu menyenangkan. Diperlukan waktu, tetapi setiap langkah kecil adalah kemajuan yang berarti.
Dengan pendekatan yang hangat dan menyenangkan, anak pemalu dapat berkembang menjadi anak yang lebih percaya diri. Mulailah membangun keberanian anak dari lingkungan bermain yang aman, kemudian tambahkan stimulasi positif dalam rutinitas harian, seperti mandi ceria menggunakan Doremi Hair and Body Wash. Perubahan mungkin tidak terjadi dalam semalam, tetapi setiap momen positif yang Moms berikan akan menjadi bekal berharga bagi tumbuh kembang Si Kecil di masa depan.

Moms pasti pernah menemukan momen lucu saat Si Kecil berdiri di depan cermin, menirukan gaya saat Moms berdandan, memakai parfum, bahkan mencoba menyisir dan menata rambutnya sendiri. Adegan sederhana itu sering kali membuat tersenyum, bukan? Tapi tahukah Moms, di balik aksi meniru tersebut, Si Kecil sedang mengalami fase perkembangan yang sangat penting dalam hidupnya.
Dalam dunia anak-anak, meniru bukan sekadar kebiasaan iseng. Anak usia dini memang memiliki kecenderungan kuat untuk menyerap segala hal yang ada di sekitarnya, terutama dari orang tua mereka. Bagi mereka, Moms dan Dads adalah panutan utama. Ketika Moms rutin memakai parfum atau merapikan rambut sebelum keluar rumah, Si Kecil diam-diam mencatat semuanya dan ingin melakukannya juga. Ini adalah bagian dari proses belajar yang alami, yang dikenal sebagai observational learning atau pembelajaran melalui pengamatan.
Fenomena ini juga semakin sering terjadi seiring dengan maraknya media sosial, di mana anak-anak sering melihat konten yang menampilkan keseharian orang dewasa yang tampak “keren”, rapi, dan wangi. Si Kecil jadi lebih cepat paham, dan tentu saja, ingin terlihat serupa. Karena itulah, penting bagi Moms untuk bisa mengarahkan kebiasaan meniru ini ke arah yang lebih tepat dan menyenangkan.
Saat anak meniru gaya orang tua, sebenarnya mereka sedang menunjukkan rasa kagum dan ingin terhubung lebih dekat. Ini adalah momen berharga yang bisa Moms manfaatkan untuk membentuk karakter dan kebiasaan baik sejak dini. Jadi, jangan langsung melarang atau merasa khawatir, tapi arahkan rasa ingin tahu itu dengan cara yang aman dan mendidik.

Banyak Moms mungkin bertanya-tanya, apakah boleh anak diajak mulai merawat diri sejak dini? Jawabannya tentu boleh, asal disesuaikan dengan kebutuhan dan usia mereka. Ini bukan soal tampil dewasa, tapi soal mengenalkan rutinitas ringan yang menyenangkan dan bisa membangun kepercayaan diri Si Kecil.
Ketika anak meniru gaya Moms, mereka gak hanya sedang bermain, tapi juga sedang mencoba memahami siapa diri mereka. Mereka merasa senang saat bisa terlihat “seperti orang dewasa”, apalagi jika mendapat pujian. Nah, daripada dibiarkan mencoba-coba produk dewasa yang belum tentu cocok, ada baiknya Moms sediakan pilihan produk yang memang dirancang khusus untuk anak-anak. Salah satu contoh nyata adalah saat Si Kecil penasaran ingin menyemprotkan parfum karena sering melihat Moms melakukannya. Di momen inilah Moms bisa mengenalkan Doremi Cologne, cologne anak yang diformulasikan khusus untuk kulit anak-anak, dengan wangi menyegarkan dan tampilan botol yang menarik. Selain aman, penggunaannya juga memberi Si Kecil pengalaman menyenangkan seolah mereka sudah bisa merawat diri seperti orang dewasa, tapi tetap dengan cara yang cocok untuk anak-anak.
Dengan mengajak Si Kecil mengenal produk-produk perawatan diri yang sesuai, Moms sebenarnya sedang menanamkan nilai penting bahwa merawat diri itu bukan hanya soal penampilan, tapi juga soal kebiasaan baik. Rutinitas harian seperti menata rambut, memakai cologne, atau menjaga kebersihan bisa menjadi aktivitas seru antara Moms dan Si Kecil.

Tak sedikit anak yang kemudian punya gaya unik sendiri. Ada yang suka wangi buah-buahan, ada yang senang dengan botol cologne bergambar karakter favorit mereka. Itulah mengapa penting bagi Moms untuk mendukung eksplorasi gaya si kecil, selama masih dalam batas aman dan sesuai usia.
Doremi menghadirkan banyak aroma favorit anak-anak mulai dari yang manis seperti buah, lembut seperti bunga, hingga wangi segar yang bikin hari-hari mereka makin semangat. Tak hanya itu, kemasan botolnya pun menarik, dengan desain yang disukai anak-anak. Mulai dari varian Jinny, Pretty Daisy, Smiley Bobby, Happy Teddy, Cutie Annie, hingga varian Doremi Nusa dan BoBoiBoy, Moms bisa menjadikan momen memilih cologne ini sebagai aktivitas bersama, misalnya saat akhir pekan, belanja bareng si kecil sambil berdiskusi ringan soal wangi dan karakter mana yang mereka suka. Ini bukan sekadar kegiatan biasa, tapi bentuk apresiasi Moms terhadap karakter dan keinginan si kecil.
Moms juga bisa membuat jadwal mini perawatan diri, seperti sesi menata rambut di pagi, pilih-pilih baju, dan semprot cologne favorit sebelum berangkat ke sekolah atau bermain. Dengan cara ini, anak akan merasa dirinya penting, diperhatikan, dan dihargai. Tanpa sadar, gaya si kecil akan terbentuk dengan cara yang positif dan menyenangkan.
Tentunya, Moms tetap perlu mengawasi agar si kecil gak berlebihan atau meniru kebiasaan orang tua yang belum waktunya untuk mereka lakukan. Ingat, segala sesuatu yang dilakukan orang tua adalah “cermin” bagi anak. Jadi, kebiasaan orang tua dalam menjaga kebersihan, berpenampilan rapi, dan menunjukkan rasa percaya diri akan tertanam secara perlahan dalam diri si kecil. Maka tak heran jika anak meniru gaya orang tua dengan antusias mereka merasa sedang menjadi versi mini dari orang dewasa yang mereka kagumi.
Yuk Moms, arahkan rasa ingin tahu dan kebiasaan meniru si kecil ke arah yang tepat! Manfaatkan momen saat anak meniru gaya Moms sebagai pintu masuk untuk membangun rutinitas sehat dan menyenangkan bersama. Pilih produk yang tepat seperti Doremi Cologne yang memang dirancang khusus untuk anak, aman dan penuh warna ceria. Dengan begitu, Moms gak hanya mendampingi si kecil tumbuh, tapi juga menjadi bagian penting dari proses mereka menemukan identitas dan gaya si kecil yang paling mereka sukai. Betul begitu, Moms?

Moms, pernah nggak sih merasa bingung kenapa Si Kecil belum juga paham pelajaran, padahal sudah belajar cukup lama? Meski buku telah terbuka dan penjelasan Moms terdengar jelas, si kecil tetap saja sulit menangkap informasi, seolah hanya lewat begitu saja. Jangan buru-buru menyalahkan anak, bisa jadi yang salah bukan pada materinya, melainkan cara belajar yang tidak sesuai dengan gaya belajar anak.
Setiap anak punya cara yang berbeda dalam menerima dan mengolah informasi. Ada yang lebih mudah mengerti lewat gambar, ada yang suka mendengarkan cerita, dan ada juga yang butuh banyak bergerak untuk bisa benar-benar memahami sesuatu. Itulah mengapa penting banget buat Moms mengenali gaya belajar Si Kecil sejak dini. Dengan begitu, proses belajar bisa jadi lebih menyenangkan, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan anak.

Secara umum, ada tiga tipe gaya belajar yang sering ditemukan pada anak-anak, yaitu visual, auditori, dan kinestetik. Anak dengan gaya belajar visual cenderung memahami dunia melalui apa yang mereka lihat. Mereka menyukai gambar, warna-warna cerah, atau video yang menarik. Anak dengan gaya belajar visual umumnya gemar mencoret-coret, fokus pada detail kecil, serta cepat mengenali bentuk dan lambang. Moms bisa mengajak Si Kecil yang visual untuk belajar lewat buku bergambar, membuat mind map bersama, atau menonton video edukatif yang penuh warna. Jangan heran kalau mereka terlihat antusias saat melihat gambar dinosaurus yang lebih besar dari halaman bukunya, karena itulah cara mereka belajar dengan baik.
Berbeda dengan itu, ada juga anak yang menyerap informasi dengan sangat baik lewat pendengaran. Inilah yang disebut anak dengan gaya belajar auditori. Mereka biasanya sangat responsif terhadap nada suara, musik, dan cerita. Saat dibacakan dongeng sebelum tidur, mereka bisa mengingat detailnya keesokan hari. Anak auditori senang bercerita, menyanyi, dan mengulang kata-kata yang mereka dengar. Untuk anak seperti ini, Moms bisa menjadikan lagu sebagai alat belajar. Misalnya, belajar alfabet sambil menyanyikannya, atau membuat cerita pendek yang dikemas dalam lagu. Bahkan saat belajar matematika, Si Kecil bisa diajak untuk menghafal perkalian dalam bentuk irama. Aktivitas seperti ini akan jauh lebih efektif dibandingkan memaksa mereka membaca buku sendirian.
Lalu ada pula anak dengan gaya belajar kinestetik. Gaya belajar kinestetik membuat anak lebih suka bergerak aktif dan sulit duduk tenang dalam waktu lama. Mereka belajar paling baik saat tubuhnya ikut bergerak. Alih-alih duduk rapi membaca buku, anak tipe ini lebih suka kegiatan seperti bermain peran, membuat kerajinan tangan, atau belajar lewat permainan fisik. Kalau Moms merasa Si Kecil susah duduk diam tapi pintar saat diajak praktik langsung, kemungkinan besar ia termasuk tipe kinestetik. Cobalah ajak mereka menghitung sambil melompat, mengenal huruf lewat permainan puzzle, atau belajar warna lewat aktivitas mencampur cat air.

Memahami dan mengenali gaya belajar anak sejak dini membawa banyak manfaat, Moms. Anak akan merasa dihargai karena metode belajarnya disesuaikan dengan cara terbaik mereka menyerap informasi. Ini secara langsung akan meningkatkan rasa percaya diri dan semangat belajarnya. Ketika belajar tidak lagi menjadi beban, anak akan tumbuh dengan rasa cinta terhadap pengetahuan. Lebih dari itu, Moms juga akan lebih mudah berkomunikasi dan membangun hubungan emosional yang kuat dengan Si Kecil. Proses belajar tak lagi jadi ajang tarik-ulur yang melelahkan, tapi justru jadi momen bonding yang menyenangkan.
Moms juga tidak perlu langsung mengotakkan Si Kecil ke dalam satu gaya belajar saja. Banyak anak yang menunjukkan kombinasi dari dua atau bahkan ketiga tipe belajar. Yang terpenting adalah peka terhadap apa yang membuat mereka nyaman saat belajar. Amati, eksplorasi, dan sesuaikan metode belajar secara fleksibel. Dengan begitu, Moms bisa menciptakan suasana belajar yang mendukung perkembangan potensi anak secara optimal.
Belajar pun tidak harus selalu lewat buku atau tugas sekolah. Justru, dengan menciptakan aktivitas ringan di rumah yang sesuai gaya belajar anak, proses belajar bisa terjadi kapan saja. Misalnya, bermain tebak gambar untuk anak visual, mendongeng untuk anak auditori, atau membuat eksperimen sains sederhana untuk anak kinestetik. Hal-hal kecil yang dilakukan di rumah bisa berdampak besar terhadap tumbuh kembang mereka.
Nah, agar momen belajar dan eksplorasi Si Kecil semakin menyenangkan, jangan lupa dukung juga dari sisi perawatan dirinya, ya. Setelah seharian beraktivitas, belajar sambil bermain, tubuh tentu butuh kesegaran kembali. Di sinilah Doremi | BoBoiBoy Hair & Body Wash hadir untuk menemani keseharian anak hebat Moms. Produk ini hadir dalam tiga varian seru yaitu Cyclone, SoRi , dan Blaze. Ketiga produk ini memiliki aroma yang segar, terasa lembut saat diaplikasikan, dan nyaman untuk pemakaian harian. Apalagi dengan kemasan yang menampilkan karakter BoBoiBoy, dijamin deh bikin mandi jadi lebih semangat dan menyenangkan!
Wangi segar dari varian Cyclone bisa membangkitkan semangat setelah lelah belajar, sementara SoRi dengan aroma Bubble Gum cocok untuk anak yang aktif akan terus semangat. Galaxy hadir dengan aroma ceria, cocok banget buat anak yang senang belajar sambil bernyanyi atau menggambar. Bukan hanya sekadar sabun mandi, tapi teman seru yang membuat rutinitas harian Si Kecil terasa lebih menyenangkan.
Moms, yuk bantu Si Kecil menemukan cara belajarnya sendiri dan dampingi setiap prosesnya dengan sabar serta penuh cinta. Jangan lupa untuk selalu hadir sebagai pendamping yang memahami kebutuhan anak, baik secara emosi maupun cara belajarnya. Ciptakan suasana belajar yang positif di rumah, dan lengkapi kebahagiaan anak dengan produk terbaik dari Doremi. Yuk, Moms, hadirkan hari-hari penuh semangat dan kesegaran untuk Si Kecil!
