
Pernah nggak, Moms, menghadapi momen penuh tantangan saat mengajak Si Kecil mandi? Baru menyebutkan kata “mandi” saja, anak langsung kabur atau merengek? Jangan khawatir, ternyata banyak anak yang memang mengalami fase ini, terutama saat mereka sedang aktif-aktifnya mengeksplorasi dunia. Tapi tenang, anak mandi tidak harus menjadi 'pertempuran' harian, kok! Dengan pendekatan yang menyenangkan, terutama lewat stimulasi sensorik, waktu mandi bisa berubah menjadi momen yang penuh tawa dan eksplorasi seru.
Penting bagi Moms untuk memahami dulu alasan kenapa anak menolak untuk mandi. Beberapa anak menolak mandi karena sensasi air yang terasa tidak nyaman, takut sabun terasa perih di mata, atau merasa mandi membosankan. Nah, di sinilah peran stimulasi sensorik menjadi solusi cerdas untuk mengubah rutinitas ini menjadi pengalaman yang menyenangkan dan mendidik.
Stimulasi Sensorik: Mandi Adalah Waktu Bermain
Apakah Moms tahu bahwa ternyata saat mandi, Si Kecil bisa melatih banyak inderanya sekaligus. Dalam aktivitas mandi akan ada banyak aktivitas seru mulai dari melihat, menyentuh, mencium, hingga mendengar. Yuk, manfaatkan momen ini menjadi ajang bermain sambil belajar lewat beberapa aktivitas seru di kamar mandi!
1. Permainan Warna di Air
Supaya waktu mandi jadi lebih seru, coba teteskan pewarna makanan yang aman ke dalam air. Pilihan warna yang ceria bisa membantu merangsang daya imajinasi dan membuat Si Kecil lebih semangat saat mandi! Contohnya, warna biru pada air dapat membangkitkan imajinasi tentang samudra luas atau angkasa luar. Moms bisa mengajak Si Kecil membayangkan sedang berenang bersama ikan atau menjelajah planet!
2. Mainan Sensorik

Gunakan sponge berbentuk karakter lucu, gel mandi bertekstur unik, atau mainan plastik dengan berbagai tekstur. Saat Si Kecil memegang, meremas, dan memencet, ia sekaligus melatih motorik halusnya.
3. Aromaterapi Anak
Indera penciuman juga bisa distimulasi dengan sabun atau shampoo beraroma segar. Cari aroma favorit Si Kecil, mulai dari yang fruity nan manis hingga yang segar seperti mint untuk suasana mandi yang lebih rileks.
4. Bernyanyi & Cerita
Mandi sambil menyanyikan lagu-lagu lucu atau membacakan cerita pendek akan membuat suasana makin ceria. Moms bisa menyusun cerita seolah-olah karakter favorit Si Kecil ikut mandi juga sehingga aktivitas anak mandi ini bisa menjadi sebuah fun activity.
5. Pilih produk yang disukai anak
Salah satu trik jitu adalah melibatkan anak dalam memilih produk mandinya. Saat anak merasa keputusan ada di tangannya, semangatnya meningkat. Melalui karakter BoBoiBoy yang menjadi favorit anak, Doremi hadir dengan produk Doremi Hair & Body Wash untuk merawat kulit sekaligus rambut Si Kecil. Dengan kandungan Multivitamin B5, B3 dan E serta formula Antibacterial, tidak hanya menjadikan kulit & rambut si Kecil bersih dari kuman tapi juga menjaganya tetap sehat dan terasa lembut.
Jadikan Mandi Sebagai Momen Bonding

Mandi bukan hanya soal kebersihan, tapi juga waktu berkualitas antara Moms dan Si Kecil. Dengan pendekatan yang fun, stimulatif, dan penuh kreativitas, waktu mandi bisa menjadi momen eksplorasi sensorik yang mendukung tumbuh kembang anak. Apalagi dengan pilihan tepat seperti Doremi BoBoiBoy Hair & Body Wash, Moms nggak perlu khawatir, Si Kecil tetap bersih, sehat, dan ceria sepanjang hari!
Wangi segarnya yang disukai anak-anak, dipadukan dengan karakter BoBoiBoy favorit mereka, bikin pengalaman mandi jadi lebih fun dan penuh imajinasi. Nggak cuma menyenangkan, produk ini juga praktis karena bisa digunakan sebagai sabun sekaligus sampo, jadi makin mudah buat para orang tua. Yuk, ciptakan Fun Bath Time bareng Doremi, solusi mandi seru dan praktis untuk Si Kecil!
Moms, pernahkah mengalami rambut anak lepek meskipun baru saja keramas? Kondisi ini memang sering terjadi, terutama pada Si Kecil yang aktif berlari, bermain, dan berkeringat sepanjang hari. Rambut Si Kecil yang mudah lepek bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari produksi minyak berlebih di kulit kepala, cuaca panas, hingga pemilihan produk perawatan yang kurang tepat. Jika tidak ditangani dengan baik, rambut lepek bisa membuat Si Kecil merasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitasnya.
Penyebab Rambut Anak Mudah Lepek
Setiap anak memiliki jenis rambut yang berbeda, tetapi beberapa faktor utama yang membuat rambut anak lepek antara lain produksi minyak berlebih, cuaca, aktivitas harian, penggunaan produk yang kurang tepat, serta frekuensi keramas yang tidak sesuai. Kulit kepala anak secara alami menghasilkan minyak untuk menjaga kelembapan rambut, namun produksi minyak yang berlebihan bisa menyebabkan rambut terlihat lepek dan berminyak.
Selain itu, bermain di luar ruangan atau cuaca panas dapat membuat kulit kepala berkeringat lebih banyak, yang akhirnya membuat rambut Si Kecil menjadi lepek. Penggunaan produk rambut yang terlalu berat atau mengandung banyak bahan kimia juga bisa membuat rambut Si Kecil terasa berat dan cepat berminyak. Terlalu sering atau jarang keramas juga bisa mempengaruhi kondisi rambut anak. Keramas yang terlalu sering dapat menghilangkan minyak alami, sedangkan jarang keramas bisa menyebabkan penumpukan minyak dan kotoran sehingga membuat rambut anak lepek.

Untuk merawat rambut anak yang mudah lepek, Moms bisa mencoba beberapa langkah berikut agar rambut tetap segar dan sehat sepanjang hari. Pertama, pilih sampo yang tepat. Gunakan sampo khusus anak yang ringan, bebas dari bahan kimia keras, dan sesuai dengan jenis rambut Si Kecil. Pilih sampo dengan formula lembut yang mampu membersihkan minyak berlebih tanpa membuat rambut kering. Kedua, atur frekuensi keramas. Jika rambut anak cenderung cepat lepek, keramas bisa dilakukan 2-3 kali seminggu menggunakan air hangat. Hindari keramas setiap hari karena bisa membuat kulit kepala memproduksi lebih banyak minyak.
Selain itu, gunakan hair lotion untuk menjaga kesegaran rambut. Hair lotion khusus Si Kecil bisa menjadi solusi agar rambut tetap harum dan segar sepanjang hari. Moms bisa mencoba Doremi Hair Lotion Ekstrak Kemiri dan Vitamin B3, B5, E, yang hadir dalam beberapa varian sesuai kebutuhan rambut Si Kecil:
• Doremi Hair Lotion Ekstrak Kemiri Soft & Shiny dengan tambahan Olive Oil dan wangi Sweet Fruity dari Apple, Musky membuat rambut Si Kecil akan tampak lebih tebal & hitam, mudah diatur dan tetap wangi sepanjang hari.
• Doremi Hair Lotion Ekstrak Kemiri Cooling & Fresh cocok untuk rambut yang mudah lepek. Mengandung Aloe Vera Ekstrak dan Cooling Agent dengan wangi Cotton Blossom, hair lotion ini membantu menjaga rambut tetap segar, tidak lepek, dan lebih bervolume.
• Doremi Hair Lotion Ekstrak Kemiri Energizing memberikan kesegaran ekstra dengan kandungan Coconut Oil dan Mood Booster Scent Technology. Dengan wangi Lemon Peach yang menyegarkan, rambut Si Kecil akan tampak hitam berkilau, halus, dan segar sepanjang hari.
Dengan merawat rambut anak secara tepat dan penggunaan produk yang sesuai, rambut Si Kecil akan tetap sehat dan nyaman sepanjang hari. Yuk, biasakan rutinitas perawatan rambut agar rambut Si Kecil selalu terawat dan wangi. Jangan lupa, Doremi selalu siap menemani setiap langkah perawatan rambut Si Kecil ya Moms!

Suatu pagi, saat sedang menyiapkan perlengkapan sekolah, seorang ibu tersenyum melihat anaknya yang bersemangat mencoba parfum baru. "Aku ingin harum seperti bunga!" katanya riang. Pernahkah Moms mengalami kejadian seperti ini? Betul sekali Moms, dari momen sederhana ini kita bisa melihat betapa anak-anak ternyata juga senang memiliki aroma khas yang bisa membuat mereka merasa lebih percaya diri.
Karena memilih wewangian yang tepat bukan hanya tentang membuat anak harum ya Moms, tetapi juga mendukung kenyamanan dan kepercayaan diri mereka. Namun, memilih parfum yang sesuai untuk si kecil ternyata bukan perkara mudah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar parfum yang digunakan aman dan nyaman untuk mereka.
Tips Memilih Parfum yang Tepat untuk Anak
Parfum untuk anak sebaiknya memiliki bahan yang aman dan tidak mengandung alkohol atau bahan kimia keras yang bisa menyebabkan iritasi atau alergi. Aroma yang dipilih juga sebaiknya lembut dan tidak menyengat agar nyaman digunakan sepanjang hari. Selain itu, parfum anak yang baik adalah yang bisa bertahan cukup lama tanpa berlebihan, sehingga tidak mengganggu kenyamanan mereka saat bermain dan beraktivitas. Bahan alami sering menjadi pilihan yang tepat karena lebih ramah untuk kulit sensitif anak.
Selain itu, pilih aroma yang sesuai dengan kepribadian anak. Aroma memiliki pengaruh besar terhadap suasana hati si kecil. Misalnya, aroma buah-buahan seperti jeruk, stroberi, dan apel memberikan kesan segar dan ceria yang cocok untuk anak-anak yang aktif dan penuh energi. Aroma bunga seperti melati, lavender, dan mawar memberikan efek menenangkan yang dapat membantu anak merasa lebih nyaman, terutama di saat mereka lelah setelah seharian beraktivitas. Sementara itu, aroma vanilla atau manis memberikan nuansa lembut dan hangat, yang bisa memberikan efek menenangkan sebelum tidur. Jika anak suka bermain dan selalu ingin merasa segar, aroma seperti mint atau lemon bisa menjadi pilihan yang tepat.
Tidak hanya soal jenis aroma, pemilihan parfum untuk anak juga sebaiknya memperhatikan bentuk dan cara penggunaannya. Beberapa parfum hadir dalam bentuk semprot (spray), roll-on, atau bahkan essential oil.
Cara Aman Menggunakan Parfum untuk Si Kecil

Untuk memastikan parfum aman bagi anak, sebaiknya lakukan tes kecil dengan mengoleskan sedikit parfum di pergelangan tangan mereka dan melihat reaksinya dalam beberapa jam. Jika tidak ada tanda-tanda iritasi, parfum tersebut bisa digunakan dengan aman. Selain itu, menggunakan parfum yang memang dirancang khusus untuk anak-anak juga sangat disarankan karena biasanya lebih ringan dan tidak mengandung bahan berbahaya.
Cara penggunaan juga bisa memengaruhi kenyamanan si kecil. Alih-alih menyemprotkan langsung ke kulit, parfum bisa diaplikasikan pada pakaian atau rambut agar lebih aman. Selain itu, melibatkan si kecil dalam memilih aroma favorit mereka bisa membantu mereka lebih percaya diri saat menggunakannya. Selain memilih parfum yang tepat, Moms juga bisa menerapkan beberapa tips berikut agar parfum lebih awet dan memberikan efek maksimal:
• Gunakan setelah mandi: Kulit yang bersih dan lembap akan membantu parfum lebih menempel dan bertahan lebih lama.
• Semprotkan pada area hangat tubuh: Bagian seperti belakang telinga, pergelangan tangan, dan lipatan siku bisa membantu aroma menyebar dengan lebih baik.
• Jangan menyemprotkan terlalu dekat: Semprotkan parfum dengan jarak sekitar 15 cm dari kulit atau pakaian agar aromanya lebih merata.
• Gunakan pada pakaian: Jika kulit anak sensitif, Moms bisa menyemprotkan parfum ke pakaian agar aroma tetap terjaga tanpa mengiritasi kulit.
• Simpan dengan benar: Hindari menyimpan parfum di tempat yang terkena sinar matahari langsung atau di tempat yang terlalu panas, karena bisa mengubah komposisi wewangian.
• Gunakan sesuai kebutuhan: Hindari penggunaan berlebihan agar aroma tidak terlalu menyengat dan tetap nyaman bagi anak serta orang di sekitarnya.
Manfaat Wewangian bagi Anak
Tidak hanya memberikan keharuman yang menyenangkan, parfum untuk si kecil juga memiliki banyak manfaat lain. Salah satunya adalah meningkatkan rasa percaya diri mereka, terutama saat berinteraksi dengan teman-teman di sekolah atau tempat bermain. Ketika anak merasa segar dan wangi, mereka cenderung lebih nyaman dalam bersosialisasi dan beraktivitas.
Selain itu, aroma tertentu juga dapat memengaruhi suasana hati dan emosi mereka. Misalnya, wewangian dengan aroma lavender dikenal memiliki efek menenangkan yang bisa membantu anak yang sulit tidur agar lebih rileks di malam hari. Dengan menciptakan suasana yang lebih nyaman, tidur anak pun menjadi lebih nyenyak dan berkualitas.
Sementara itu, aroma segar seperti jeruk, apel, atau buah-buahan lainnya dapat memberikan energi tambahan di pagi hari. Wewangian ini dapat membangkitkan semangat anak untuk belajar dan beraktivitas sepanjang hari. Dengan memilih aroma yang tepat, orang tua bisa membantu meningkatkan mood anak, sehingga mereka lebih fokus dan ceria dalam menjalani kesehariannya.
DOREMI BoBoiBoy Kids Cologne, Teman Asik Untuk Si Kecil

Bagi Moms yang sedang mencari wewangian yang cocok untuk si kecil, DOREMI BoBoiBoy Kids Cologne bisa menjadi pilihan yang tepat. Produk ini dirancang khusus untuk anak-anak dengan aroma menyegarkan yang mereka sukai. Selain wanginya yang lembut, parfum ini juga aman karena diformulasikan tanpa alkohol dan bahan kimia keras. DOREMI BoBoiBoy Kids Cologne hadir dalam beberapa varian yang bisa disesuaikan dengan karakter dan preferensi aroma anak. Parfum ini juga memiliki kemasan yang menarik dengan karakter BoBoiBoy, yang tentunya akan membuat si kecil semakin antusias menggunakannya setiap hari.
Selain keharuman yang menyenangkan, DOREMI BoBoiBoy Kids Cologne juga memberikan manfaat tambahan bagi si kecil. Parfum ini bisa menjadi bagian dari rutinitas kebersihan mereka, mengajarkan pentingnya menjaga kesegaran tubuh sejak dini. Wewangian yang mereka sukai juga dapat menjadi ciri khas yang akan selalu dikenang, baik oleh mereka sendiri maupun oleh orang-orang di sekitarnya. Dengan pilihan aroma yang bervariasi, Moms bisa menyesuaikan parfum dengan kepribadian si kecil, sehingga mereka semakin percaya diri dalam setiap langkah mereka.
Jadi Moms, si kecil ternyata memang bisa punya signature scent sendiri. Dengan memilih parfum yang tepat, mereka tidak hanya akan harum sepanjang hari, tetapi juga merasa lebih nyaman dan percaya diri. Wewangian yang dipilih dengan baik juga bisa menjadi bagian dari kebiasaan positif dalam menjaga kebersihan dan kesegaran tubuh.
Yuk, temukan aroma favorit si kecil dan jadikan setiap harinya lebih menyenangkan bersama Doremi Boboiboy Range! Dengan keharuman yang lembut, aman, dan menyegarkan, si kecil akan merasa lebih percaya diri, ceria, dan nyaman dalam menjalani aktivitasnya setiap hari.

Mengajarkan self care pada Si Kecil sejak dini adalah langkah penting untuk membentuk kebiasaan positif yang akan berdampak besar pada kesehatan dan kesejahteraan mereka. Self care atau perawatan diri bukan hanya tentang menjaga kebersihan tubuh, tetapi juga tentang mengajarkan Si Kecil untuk mencintai dan menghargai diri mereka sendiri. Dengan mengajarkan kebiasaan positif seperti mandi, mencuci tangan, menyikat gigi, dan merapikan rambut, Moms juga berperan untuk membantu Si Kecil memahami betapa pentingnya merawat diri mereka dengan cara yang menyenangkan.
Kenapa Self Care pada Si Kecil Itu Penting?
Self care pada anak adalah keterampilan yang perlu diajarkan sejak dini. Kebiasaan merawat diri seperti mencuci tangan sebelum makan, mandi setiap hari, atau menyikat gigi setelah makan, memberikan banyak manfaat bagi Si Kecil. Selain menjaga kebersihan tubuh dan kesehatan, kegiatan ini juga mengajarkan Si Kecil untuk menjadi mandiri.
Dengan membiasakan Si Kecil merawat diri mereka, Moms juga mengajarkan mereka untuk bertanggung jawab terhadap kesehatan dan kebersihan tubuh mereka. Si Kecil yang terbiasa melakukan self-care akan tumbuh menjadi anak mandiri yang lebih percaya diri, disiplin, dan tahu cara menjaga kesejahteraan diri. Kebiasaan positif seperti ini sangat penting untuk perkembangan mereka, baik secara fisik maupun emosional.
Cara Mengajarkan Self Care pada Si Kecil dengan Cara yang Menyenangkan
1. Buat Rutinitas yang Konsisten
Rutinitas harian yang teratur adalah kunci dalam mengajarkan self-care pada Si Kecil. Si Kecil akan lebih mudah memahami dan menikmati self care jika mereka tahu kapan saatnya mandi, menyikat gigi, atau mencuci tangan. Moms bisa membuat rutinitas ini jadi menyenangkan dengan melibatkan Si Kecil dalam kegiatan tersebut. Misalnya, ajarkan Si Kecil mandi sendiri menggunakan Shampoo dan Body Wash dari Doremi yang memiliki aroma menyegarkan dan formula yang lembut, sehingga mereka merasa nyaman dan senang saat melakukan perawatan tubuh.
2. Gunakan Produk yang Menarik dan Aman
Produk perawatan tubuh yang sesuai dengan kebutuhan dan dalam tampilan kemasan yang menarik akan membuat Si Kecil lebih tertarik untuk merawat diri mereka. Produk Doremi hadir dengan berbagai pilihan yang lembut di kulit dan dirancang khusus untuk anak-anak. Misalnya, Shampoo dan Body Wash Doremi dengan aroma yang menyegarkan bisa membuat Si Kecil merasa senang setiap kali mandi. Selain itu, Doremi Cologne dan Parfum Doremi yang wangi dan lembut akan membuat Si Kecil merasa segar sepanjang hari. Dengan menggunakan produk yang sesuai, Si Kecil akan merasa bahwa self care adalah kegiatan yang menyenangkan dan menarik.
3. Berikan Contoh yang Baik

Si Kecil belajar dengan meniru apa yang mereka lihat. Oleh karena itu, Moms perlu memberikan contoh yang baik dalam melakukan self-care. Tunjukkan pada Si Kecil bagaimana cara menyikat gigi dengan benar, mencuci tangan sebelum makan, atau mandi setiap hari. Jika Si Kecil melihat Moms rutin merawat tubuh dengan baik, mereka akan meniru kebiasaan tersebut.
4. Berikan Pujian dan Penghargaan
Ketika Si Kecil berhasil melakukan kegiatan self care dengan baik, seperti mencuci tangan atau menyikat gigi, berikan pujian yang tulus. Hal ini akan membuat Si Kecil merasa bangga atas usaha mereka dan semakin termotivasi untuk melanjutkan kebiasaan positif tersebut. Penghargaan, baik berupa pujian atau bahkan hadiah kecil, akan memperkuat kebiasaan self care yang mereka lakukan setiap hari.
Self Care pada Si Kecil: Langkah Menuju Kemandirian

Mengajarkan self care pada anak tidak hanya membantu mereka merawat tubuh, tetapi juga mengajarkan untuk menjadi anak mandiri. Kebiasaan positif pada anak dengan merawat diri akan membentuk rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri. Si Kecil yang terbiasa dengan self care akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, bertanggung jawab, dan peduli terhadap diri mereka sendiri. Kebiasaan positif ini juga membantu Si Kecil untuk mengenal tubuh mereka lebih baik, menjaga kebersihan, dan menjaga kesehatan dengan cara yang menyenangkan.
Jadi, mulailah mengajarkan kebiasaan positif pada anak sejak dini. Dengan bimbingan yang tepat, Si Kecil akan tumbuh menjadi anak mandiri, sehat, dan penuh percaya diri. Dengan berbagai produk perawatan tubuh dan wewangian yang aman dan menyenangkan dari Doremi, Moms bisa membuat pembelajar self care pada anak menjadi kebiasaan yang menyenangkan bagi Si Kecil setiap hari. Yuk, mulai dari hal kecil untuk kebaikan anak di masa depan!

Sebagai orang tua, kita sering kali berpikir bahwa stres hanya dialami oleh orang dewasa. Namun, kenyataannya anak kecil juga bisa merasakan stres. Meskipun mereka belum mampu mengungkapkan perasaan dengan kata-kata, stres pada anak dapat terlihat melalui perubahan perilaku dan emosi. Berbagai faktor dapat menjadi pemicu stres pada anak, seperti perubahan rutinitas, masalah di sekolah, konflik keluarga, atau tekanan sosial dari teman sebaya. Tanpa kemampuan untuk mengungkapkan perasaan mereka dengan jelas, anak-anak cenderung menunjukkan gejala stres melalui sikap yang lebih mudah marah, cemas, atau bahkan menarik diri dari lingkungan sosial.
Ciri-ciri Anak yang Mengalami Stres
Sebagai orang tua, penting bagi Moms untuk mengenali tanda-tanda stres pada anak. Setiap anak mungkin menunjukkan gejala yang berbeda, namun beberapa ciri umum yang bisa Moms perhatikan antara lain:
1. Perubahan Perilaku
Anak yang stres mungkin menunjukkan perubahan perilaku yang signifikan. Mereka mungkin menjadi lebih pemurung, mudah marah, atau bahkan lebih cemas daripada biasanya. Perubahan ini bisa terjadi secara tiba-tiba, jadi penting untuk lebih peka terhadap perubahan sikap Si Kecil.
2. Gangguan Tidur
Salah satu tanda stres yang sering muncul pada anak adalah gangguan tidur. Anak mungkin kesulitan tidur, sering terbangun di malam hari, atau mengalami mimpi buruk.
3. Menghindari Aktivitas

Jika Si Kecil mulai mengalami stres, mereka akan mulai menghindari aktivitas yang sebelumnya mereka nikmati. Mereka bisa menarik diri dari teman-teman atau tidak ingin berpartisipasi dalam kegiatan yang mereka sukai.
4. Keluhan Fisik
Si Kecil yang merasa tertekan kadang melaporkan keluhan fisik yang tidak dapat dijelaskan, seperti sakit perut, sakit kepala, atau merasa lelah terus-menerus.
5. Kesulitan Konsentrasi
Stres bisa mempengaruhi kemampuan anak untuk fokus dan berkonsentrasi, baik di sekolah maupun di rumah. Si Kecil mungkin tampak lebih mudah teralihkan dan kesulitan menyelesaikan tugas-tugas mereka.
Lalu Apa yang Menjadi Pemicu Stres pada Anak?
Pemicu stres pada anak bisa sangat bervariasi, tergantung pada usia, pengalaman hidup, dan lingkungan sosial mereka. Salah satu pemicu utama yang sering dialami anak adalah perubahan dalam rutinitas. Anak-anak sangat bergantung pada rutinitas yang stabil, namun ketika rutinitas mereka terganggu, seperti saat pindah rumah, perubahan sekolah, atau liburan yang tak terduga, mereka bisa merasa tertekan dan cemas. Perubahan ini membuat anak merasa tidak aman dan bingung dengan situasi yang ada, yang akhirnya dapat meningkatkan kecemasan mereka.
Selain itu, masalah di sekolah juga sering menjadi sumber stres bagi anak-anak. Tekanan akademik yang semakin besar, kesulitan dalam bersosialisasi dengan teman-teman, atau bahkan konflik dengan guru dapat memperburuk perasaan anak. Bagi anak-anak yang belum mampu mengelola emosinya dengan baik, masalah-masalah ini bisa membebani perasaan mereka. Konflik keluarga juga sering menjadi faktor penting yang memicu stres pada anak. Ketegangan yang terjadi di rumah, seperti pertengkaran antara orang tua atau perceraian, dapat sangat memengaruhi perasaan anak. Anak sering merasa bingung dan cemas melihat ketidak harmonisan di rumah, yang menyebabkan mereka merasa tidak tenang dan kurang aman.
Ada juga lingkungan sosial yang bisa memberikan tekanan tambahan. Si Kecil yang tidak merasa didukung oleh teman-temannya atau yang mengalami bullying mungkin merasa terisolasi dan tertekan. Bahkan perubahan cuaca atau musim yang mengganggu rutinitas harian mereka dapat memperburuk stres yang mereka alami. Semua faktor ini dapat saling berinteraksi, membuat anak semakin kesulitan dalam mengelola stres yang mereka rasakan.
Cara Mengatasi Stres pada Anak

Untuk membantu anak mengatasi stres, orang tua perlu mengambil pendekatan yang penuh perhatian dan kasih sayang. Salah satu cara yang paling penting adalah dengan mendengarkan anak dengan penuh perhatian. Meskipun anak-anak belum bisa mengungkapkan perasaan mereka dengan kata-kata yang tepat, memberikan ruang bagi mereka untuk berbicara dan mendengarkan dengan empati dapat membantu mereka merasa dihargai dan lebih tenang. Ini juga membantu anak mengidentifikasi dan mengungkapkan perasaan mereka, meskipun tidak selalu mudah. Selain itu, menciptakan rutinitas yang stabil dan konsisten di rumah sangat penting untuk membantu anak merasa lebih aman. Dengan memastikan waktu tidur, makan, dan bermain yang teratur, anak akan merasa lebih tenang dan lebih mudah mengelola kecemasan mereka.
Rutinitas yang konsisten juga membantu Si Kecil merasa lebih terkendali dalam situasi yang mungkin mereka anggap tidak menentu. Selain itu, orang tua dapat mengajarkan teknik relaksasi sederhana kepada anak-anak, seperti pernapasan dalam atau meditasi ringan, untuk membantu mereka meredakan stres. Teknik ini dapat memberikan anak cara yang lebih baik untuk mengatasi perasaan cemas atau tertekan yang mereka rasakan.
Menciptakan lingkungan yang mendukung di rumah dan sekolah juga sangat penting. Anak perlu merasa aman dan didukung oleh orang tua dan teman-temannya. Dorong anak untuk berbicara tentang perasaan mereka dan bantu mereka memahami bahwa perasaan cemas atau tertekan adalah hal yang normal dan bisa diatasi bersama. Lingkungan yang penuh perhatian dan kasih sayang akan membantu anak merasa lebih kuat dalam menghadapi tantangan emosional mereka.
Terakhir, menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan di rumah juga bisa membantu meredakan stres anak. Produk seperti Doremi Cologne yang hadir dengan berbagai varian wangi, dapat menjadi pilihan yang menyenangkan untuk menciptakan suasana hati yang positif. Wangi yang lembut, seperti Daisy Cologne dengan aroma Strawberry yang fresh dan Musky atau Bobby Cologne dengan aroma Floral Fruity kombinasi dari Melon, Lily of The Valley & Raspberry yang dapat memberikan sensasi kebahagiaan dan kenyamanan, serta membantu Si Kecil merasa lebih tenang dan mengurangi kecemasan mereka. Dengan pendekatan yang penuh perhatian, kasih sayang, dan menciptakan suasana yang mendukung, anak dapat belajar mengelola stres dengan lebih baik dan merasa lebih bahagia.
Jadi Moms, stres pada anak adalah hal yang perlu diperhatikan oleh setiap orang tua. Mengenali ciri-ciri anak stres dan mengetahui cara mengatasinya sangat penting untuk kesehatan emosional dan mental anak. Karena dengan memberikan perhatian yang tepat, menciptakan lingkungan yang mendukung, serta menggunakan produk yang dapat membantu menenangkan suasana hati, Moms dapat membantu anak tumbuh dan berkembang dengan lebih bahagia dan sehat. Setelah ini, Moms jangan lupa untuk selalu mendengarkan Si Kecil, memberikan apresiasi, dan memberikan kasih sayang yang mereka butuhkan agar mereka bisa mengatasi stres dengan baik ya!

Sebagai orang tua, kita tentu sangat peduli dengan kesehatan kulit Si Kecil, terutama karena kulit anak-anak jauh lebih tipis dan sensitif dibandingkan dengan kulit orang dewasa. Kulit yang sensitif ini memerlukan perhatian khusus sehingga pemilihan produk perawatan yang aman dan efektif sangat diperlukan.
Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk merawatnya adalah dengan memastikan hidrasi yang cukup, terutama saat mandi. Hal ini dikarenakan kesalahan dalam pemilihan body wash atau sabun anak dapat berisiko membuat kulit Si Kecil semakin kering, iritasi, bahkan gatal. Untuk itu, sangat penting bagi orang tua untuk memilih sabun anak yang dapat menjaga kelembapan kulit, agar kulit anak tetap sehat dan lembut.
Kulit Anak yang Sensitif dan Perlunya Hidrasi Optimal
Kulit anak memiliki lapisan pelindung yang lebih tipis dibandingkan orang dewasa, sehingga lebih mudah kehilangan kelembapan dan lebih rentan terhadap iritasi. Untuk itu, menjaga hidrasi kulit anak sangatlah penting. Kulit yang terhidrasi dengan baik akan terasa lebih lembut, tidak kering, dan tentunya lebih sehat. Kulit yang kering bisa mengakibatkan berbagai masalah seperti gatal-gatal, kemerahan, bahkan pecah-pecah, yang akan membuat Si Kecil merasa tidak nyaman.
Saat mandi, kulit anak bisa kehilangan kelembapan alami yang dimilikinya. Jika body wash yang digunakan tidak mengandung bahan pelembap yang cukup, kulit Si Kecil bisa semakin kering dan teriritasi. Oleh karena itu, memilih body wash dengan kandungan pelembap alami sangat disarankan untuk menjaga kelembapan kulit anak. Produk yang mengandung bahan-bahan alami, seperti minyak kelapa, aloe vera, atau chamomile, sangat efektif dalam memberikan kelembapan pada kulit anak dan juga dapat membantu menenangkan kulit yang sensitif.
Selain itu, penting untuk memilih sabun anak yang bebas dari bahan-bahan kimia keras yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit anak, seperti pewangi buatan, alkohol, atau parabens. Bahan-bahan ini sering ditemukan dalam produk pembersih yang tidak diformulasikan khusus untuk kulit anak sensitif. Sebagai orang tua, kita harus lebih selektif dalam memilih produk perawatan kulit untuk anak agar kulit mereka tetap terlindungi dengan baik.
Tips Memilih Body Wash yang Tepat untuk Kulit Anak

Berikut adalah beberapa tips yang bisa Moms pertimbangkan ketika memilih body wash yang tepat untuk kulit anak:
1. Perhatikan Kandungan Bahan Alami
Bahan alami memiliki manfaat yang sangat baik untuk kulit anak-anak, terutama untuk kulitnya yang sensitif. Produk body wash dengan kandungan bahan alami seperti aloe vera, minyak zaitun, atau chamomile bisa memberikan kelembapan ekstra pada kulit tanpa menyebabkan iritasi. Aloe vera, misalnya, sangat dikenal karena sifatnya yang menenangkan dan melembapkan kulit, yang membuatnya menjadi pilihan utama dalam produk perawatan kulit anak sensitif. Selain itu, minyak zaitun dan chamomile juga memiliki sifat yang menenangkan, yang sangat bermanfaat untuk menjaga kulit tetap lembut dan sehat.
2. Sesuaikan dengan Tipe Kulit Anak
Kulit anak-anak bisa bervariasi, ada yang kering, berminyak, atau bahkan sangat sensitif. Untuk lebih amannya, Moms dapat memilih body wash yang sesuai dengan jenis kulit anak Anda. Jika anak memiliki kulit sensitif, pastikan body wash yang digunakan diformulasikan khusus untuk kulit sensitif. Produk-produk ini biasanya bebas dari pewangi buatan atau bahan kimia yang bisa menyebabkan reaksi alergi. Selain itu, body wash yang mengandung bahan alami yang menenangkan akan sangat membantu untuk mengurangi potensi iritasi.
3. Pilih Body Wash dengan Hidrasi Maksimal
Kelembapan adalah kunci utama dalam merawat kulit anak. Body wash yang mengandung pelembap alami, seperti aloe vera, minyak kelapa, atau bahan humektan lain, sangat bermanfaat untuk menjaga kulit anak tetap terhidrasi. Body wash yang memiliki kandungan ini akan memberikan kelembapan yang tahan lama, efeknya juga dapat dirasakan setelah mandi sekalipun. Pastikan untuk memilih produk yang tidak hanya membersihkan, tetapi juga memberikan hidrasi kulit yang optimal bagi kulit Si Kecil.
4. Pastikan Produk Aman dan Dermatologically Tested
Keamanan adalah prioritas utama saat memilih produk perawatan untuk anak. Pilih sabun anak yang sudah teruji secara dermatologis, yang artinya produk tersebut telah diuji keamanannya pada kulit sensitif. Produk yang sudah teruji secara dermatologis biasanya lebih dapat dipercaya dan aman digunakan pada kulit anak. Pastikan juga produk yang Moms pilih bebas dari bahan-bahan berbahaya, seperti parabens, pewarna buatan, dan alkohol, yang bisa merusak kulit anak.
5. Hindari Produk dengan Fragrance atau Pewangi Buatan
Pilihlah body wash yang tidak mengandung pewangi buatan atau yang memiliki aroma alami yang lembut. Produk dengan aroma alami dari bahan-bahan seperti lavender atau chamomile akan memberikan sensasi segar tanpa menambah risiko iritasi pada kulit Si Kecil.
Mengapa Pemilihan Body Wash yang Tepat itu Penting?

Perawatan kulit yang baik dimulai sejak dini, dan memilih body wash yang tepat adalah langkah pertama untuk memastikan kulit Si Kecil tetap sehat dan terlindungi. Dengan memberikan perawatan yang lembut dan aman, Moms tidak hanya menjaga kebersihan tubuh Si Kecil, tetapi juga turut berkontribusi pada kesehatan kulit mereka secara menyeluruh. Selain itu, memilih produk yang tepat juga dapat membantu membangun kebiasaan perawatan kulit yang baik sejak kecil. Mengajarkan Si Kecil untuk mandi dengan sabun yang lembut dan aman membantu mereka memahami pentingnya merawat tubuh dan menjaga kebersihan, yang dapat mereka bawa hingga dewasa.
Mengutamakan pemilihan body wash yang sesuai dengan kebutuhan kulit anak adalah investasi jangka panjang dalam kesehatan kulit mereka. Dengan produk yang tepat, kulit Si Kecil akan tetap terhidrasi, lembut, dan terlindungi, sehingga mereka dapat tumbuh dengan rasa nyaman sepanjang hari.
Sebagai orang tua, kita tentu ingin memberikan yang terbaik untuk Si Kecil, termasuk dalam perawatan kulit mereka. Pastikan Moms memilih dengan bijak produk yang tidak hanya efektif membersihkan, tetapi juga melindungi kulit Si Kecil dari kekeringan dan iritasi. Karena kulit anak yang sehat adalah cerminan dari kasih sayang kita. Jaga mereka dengan sentuhan lembut dan perhatian terbaik, karena setiap langkah kecil untuk merawat kulit Si Kecil adalah wujud cinta yang tak ternilai!

Moms, mengasuh dan mendidik Si Kecil di era modern seperti sekarang, memang memerlukan pendekatan yang lebih terbuka, fleksibel, dan adaptif ya! Tapi, Moms pasti sudah sering mendengar istilah parenting modern kan? Nah, kira-kira apa sih yang membedakannya dari pola asuh tradisional? Begini Moms, ternyata parenting modern lebih mengedepankan komunikasi, empati, dan pengakuan terhadap kebutuhan emosional Si Kecil, serta membantu mereka mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi tantangan zaman. Penasaran dengan parenting model baru ini? Yuk, simak artikelnya sampai selesai!
Apa Itu Pola Parenting Modern?
Pola parenting modern adalah pendekatan pengasuhan yang menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, di mana Moms lebih terbuka terhadap perubahan dan kebutuhan anak yang terus berkembang. Berbeda dengan pola parenting tradisional yang cenderung bersifat otoriter dan penuh aturan kaku, parenting modern menekankan pentingnya dialog antara orang tua dan si kecil. Komunikasi yang baik akan menciptakan rasa aman bagi Si Kecil untuk mengekspresikan perasaan dan pikiran mereka tanpa takut dihakimi.
Dalam pola parenting ini, Moms diharapkan tidak hanya menjadi pemberi aturan tetapi juga menjadi pendengar dan pendukung utama Si Kecil. Hal ini akan membantu mereka tumbuh menjadi individu yang lebih mandiri, memiliki kemampuan berpikir kritis, dan dapat mengelola emosinya dengan baik. Misalnya, daripada memaksakan hukuman tanpa penjelasan, Moms bisa mengajak Si Kecil berdiskusi mengenai alasan di balik setiap aturan yang diterapkan.

Mengedepankan Komunikasi Terbuka dan Empati
Salah satu fondasi parenting modern adalah pentingnya komunikasi terbuka antara Moms dan Si Kecil. Komunikasi terbuka ini gak hanya tentang mendengar apa yang diucapkan oleh Si Kecil, tetapi juga mencoba memahami emosi di balik kata-kata mereka. Hal ini adalah salah satu bentuk empati yang perlu dikembangkan dalam pola parenting yang modern.
Meski kelihatan susah, namun ketika Si Kecil merasa didengarkan, mereka akan lebih terbuka untuk berbicara mengenai perasaan, keinginan, hingga ketakutan yang mungkin mereka alami. Hal ini sangat penting untuk membangun hubungan yang sehat antara orang tua dan anak, juga mendorong perkembangan emosional mereka. Misalnya, jika Si Kecil pulang dari sekolah dengan perasaan kecewa karena gagal dalam ujian, alih-alih memarahi mereka, Moms bisa memberikan ruang untuk Si Kecil mengekspresikan perasaannya. Tanyakan bagaimana perasaannya, dengarkan tanpa menghakimi, dan tawarkan dukungan yang positif. Dengan cara ini, Si Kecil akan belajar bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah pelajaran yang bisa membuat mereka tumbuh lebih baik.
Membentuk Si Kecil yang Berpikir Kritis
Di era modern ini, Si Kecil perlu dibekali dengan kemampuan berpikir kritis agar mampu menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Pola parenting modern mendukung perkembangan ini dengan memberikan Si Kecil ruang untuk mengemukakan pendapat, bertanya, dan mencari solusi atas masalah yang mereka hadapi.
Misalnya, ketika Si Kecil bertanya tentang sesuatu, Moms bisa mengajak mereka berpikir dengan memberikan pertanyaan balik. Ketika Si Kecil bertanya, "Kenapa kita harus menunggu giliran saat bermain?", Moms bisa merespons dengan menanyakan, "Bagaimana jadinya jika semua orang ingin bermain lebih dulu?" Dengan pertanyaan ini, Moms mendorong si kecil untuk berpikir lebih luas, memahami bahwa setiap keputusan memiliki konsekuensi, sekaligus mengajarkan pentingnya melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda.
Pola parenting modern tidak hanya mengajarkan anak untuk mematuhi aturan tanpa pertanyaan, tetapi juga membantu mereka memahami alasan di balik aturan tersebut. Dengan begitu, Si Kecil akan tumbuh menjadi individu yang mampu berpikir logis, menyusun argumen, dan mengambil keputusan dengan pertimbangan yang matang.

Memberikan Ruang untuk Eksplorasi Diri
Setiap anak memiliki keunikan dengan karakter dan minat yang berbeda-beda. Dalam pola parenting modern, Moms diharapkan memberikan Si Kecil ruang untuk mengeksplorasi diri mereka. Apakah itu dalam bentuk kegiatan seni, olahraga, atau minat akademis, penting sekali bagi Moms untuk mendukung apa yang membuat Si Kecil merasa bahagia dan bersemangat.
Alih-alih memaksakan harapan atau impian kepada Si Kecil, pola ini mengajarkan Moms untuk menerima dan merangkul minat Si Kecil, meskipun itu mungkin berbeda dari harapan awal. Dengan memberikan dukungan ini, Si Kecil akan merasa percaya diri dan termotivasi untuk terus mengejar apa yang mereka sukai.
Salah satu aspek penting yang harus diutamakan adalah tentang pengakuan terhadap emosi Si Kecil. Daripada mengabaikan atau menekan emosi negatif seperti marah, kecewa, atau sedih, Moms bisa membantu Si Kecil untuk mengenali dan mengelola perasaan tersebut. Misalnya, ketika Si Kecil marah, Moms bisa berkata, "Kamu lagi sebal ya, apa yang bikin kamu merasa seperti itu?" Dengan cara ini, Si Kecil dapat memahami emosinya dan menanganinya dengan lebih bijak dan seimbang. Moms juga bisa mengajarkan teknik pengelolaan diri, seperti bernapas dalam-dalam saat merasa marah, atau mencari tempat yang tenang saat merasa kewalahan. Pengelolaan emosi ini akan sangat membantu Si Kecil dalam menghadapi berbagai situasi sulit di kemudian hari. Untuk meningkatkan good mood Si Kecil, Moms juga bisa berikan Doremi Boboiboy Hair and Body Wash SoRi dengan keharuman Bubble Gum yang wanginya sangat disukai dan pasti membuat Si Kecil makin ceria, aktif setiap hari.
Jadi dengan pola parenting modern ini, akan ada peluang bagi Moms untuk mendukung Si Kecil tumbuh menjadi individu yang beremosional sehat, sosialnya kuat, dan memiliki kemampuan berpikir kritis yang diperlukan untuk menghadapi tantangan zaman. Dengan mengedepankan komunikasi terbuka, empati, serta memberikan ruang bagi Si Kecil untuk mengekspresikan diri, Moms dapat membantu membentuk generasi yang lebih adaptif dan percaya diri.
Yuk Moms, mulai terapkan pola parenting modern dari sekarang! Dengan pola asuh yang lebih terbuka dan fleksibel, Moms tidak hanya membangun ikatan yang lebih kuat dengan Si Kecil, tapi juga membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, kreatif, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Si Kecil yang adaptif hari ini adalah generasi sukses di masa depan!
