
Menghadapi anak yang merengek minta dibelikan mainan baru memang bikin kewalahan ya, Moms. Sebenarnya, Moms tak perlu terlalu khawatir saat Si Kecil minta mainan baru. Karena Moms bisa menyiasatinya dengan mengajak buah hati membuat mainan sendiri di rumah.
Kardus merupakan material yang paling mudah digunakan untuk membuat mainan. Jadi, jangan langsung membuat kardus-kardus yang tidak terpakai di rumah. Luangkan waktu Moms untuk mengajak Si Kecil membuat beberapa mainan berbahan kardus berikut ini:
TV Besar dari Kardus
Jenis kardus besar yang biasanya digunakan untuk membungkus mesin cuci, TV, atau kulkas dapat dimanfaatkan untuk membuat mainan berupa TV besar. Bahkan, Moms tidak perlu banyak mengubah bentuknya bila ingin membuat TV. Moms hanya perlu membantu Si Kecil melubangi bagian tengah kardus agar tampak seperti layar TV. Selanjutnya, ajak Si Kecil menghias permukaan kardus dengan spidol. Tambahkan gambar-gambar berupa tombol dan kaki TV. Untuk bagian antenanya, Moms bisa memanfaatkan sedotan yang sudah dililit dengan solatip warna-warni. Mainan keren yang satu ini dapat digunakan buah hati Moms untuk bermain menjadi penyiar, penyanyi, atau pemain sinetron.
Tempat Tidur Boneka
Kalau Si Kecil punya banyak boneka kesayangan, Moms bisa mengajaknya berkreasi membuat tempat tidur untuk boneka-boneka tersebut. Ukuran tempat tidur boneka harus disesuaikan dengan panjang boneka. Bobot boneka juga tak boleh terlalu berar agar bisa ditopang sempurna dengan tempat tidur dari kardus. Bila sudah mengukur dengan benar, potong-potong kardus lalu susun menggunakan lem tembak. Tempat tidur boneka yang sudah jadi bisa dilengkapi kain warna-warnia sebagai seprai. Buah hati Moms pasti semangat bermain bersama boneka-boneka yang sudah punya tempat tidur baru.
Perosotan Kardus di Tangga Rumah
Tangga rumah yang terbuat dari keramik dan bentuknya kokoh dapat dimanfaatkan untuk membuat perosotan. Caranya, Moms harus menyiapkan kardus pembungkus kulkas berukuran besar. Kemudian, tutuplah separuh permukaan tangga dengan kardus tersebut, sebagian sisi tangga yang tidak dilapisi kardus nantinya akan digunakan untuk memanjat. Moms juga bisa membuat 2 lapisan kardus pada tangga supaya teksturnya kuat menahan bobot Si Kecil. Kalau perosotan kardus sudah jadi, Si Kecil bisa segera memainkannya dengan cara meluncur dari atas menuju ke bawah lalu mengulanginya lagi. Wah, mainan yang satu ini pasti seru dan bikin buah hati Moms jadi gembira.
Lintasan Mobil-mobilan
Sisa-sisa kardus berukuran kecil jangan langsung dibuang, Moms. Justru Moms dapat memanfaatkannya untuk membuat lintasan mobil-mobilan. Caranya, Moms harus memotong-motong kardus dengan ukuran yang sama. Sambungkan potongan kardus dengan lem tembak lalu ajak Si Kecil mewarnainya supaya mirip jalan raya. Moms juga dapat mengajak si buah hati menggambar beberapa rambu lalu lintas pada kardus. Lintasan yang sudah selesai diwarnai dapat segera digunakan untuk bermain mobil-mobilan.
Mobil-Mobilan
Selain membuat lintasan mobil-mobilan, Moms juga dapat membuat mobil-mobilan dari kardus berukuran sedang. Satu kardus yang agak sedang berfungsi sebagai badan mobil, sedangkan kardus lainnya dipotong-potong untuk melengkapi bagian atas dan belakang mobil. Jangan lupa pula membuat 4 roda dari kardus yang ditempelkan ke badan mobil menggunakan lem tembak. Jika Si Kecil menginginkan mobil-mobilan yang tampilannya menarik, Moms bisa mengajaknya mewarnai mobil tersebut atau melapisinya dengan kertas warna-warni sebelum memainkannya.
Kreativitas Moms dalam memanfaatkan kardus bisa membantu menghemat bujet membeli mainan untuk Si Kecil. Jadi, mainan kardus apa nih yang pertama kali akan Moms buat bersama buah hati di rumah?
Pandemi Covid-19 yang belum reda membuat Si Kecil masih harus sekolah online dari rumah. Memang sih sekolah online kerap membosankan karena buah hati Moms tak bisa bertemu dengan teman-teman dan gurunya. Namun, bukan berarti hal tersebut boleh mengganggu fokus Si Kecil saat belajar, ya. Moms harus membimbing Si Kecil belajar supaya tetap semangat dan bisa memahami materi pelajaran dengan baik.
Membantu Si Kecil agar tetap fokus ketika sekolah online tidak sulit kok, Moms. Yuk, lakukan 5 tips berikut ini untuk mendukung semangat dan konsentrasi belajar buah hati Moms:
Mengajak Anak Melakukan Rutinitas Secara Disiplin
Hal pertama yang mesti Moms lakukan agar anak fokus sekolah online adalah menetapkan rutinitas secara disiplin. Sekolah online tak boleh membuat Si Kecil selalu bermalas-malasan. Usahakan agar buah hati Moms tidak tidur terlalu malam agar bisa bangun pagi dengan kondisi segar. Ajaklah buah hati Moms menjalani kegiatan yang sama setiap hari menjelang sekolah, yaitu bangun pagi, mandi, dan sarapan. Sehingga Si Kecil lebih semangat menjalani aktivitas sekolah online dengan tubuh bugar.
Mendukung Kondisi Belajar yang Nyaman dan Tenang
Anak-anak biasanya sulit fokus sekolah online jika terganggu dengan kegiatan keluarga, godaan kakak adik, hewan peliharaan, atau hal-hal lainnya di rumah. Oleh sebab itu, Moms harus cermat mendukung kondisi belajar yang nyaman dan tenang bagi Si Kecil. Jika kondisi rumah memungkinkan, Moms bisa menata ruang belajar khusus untuk buah hati. Ruangan yang bersih, nyaman, dan tenang pasti membuat Si Kecil fokus belajar selama sesi sekolah online berlangsung.
Mengajarkan Anak Menyelesaikan Tugas Hingga Tuntas
Suasana rumah yang santai tentu sering membuat Si Kecil jadi lalai menyelesaikan tugas. Akibatnya, pekerjaan rumah Si Kecil jadi terbengkalai dan membuatnya rentan ditegur guru. Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya Moms mengajarkan anak menyelesaikan tugas secara disiplin. Misalnya, Moms bisa menugaskan buah hati untuk langsung mengerjakan PR bila sekolah online sudah selesai. Jika sudah menyelesaikan semua tugasnya dengan baik, Si Kecil pun lebih leluasa bersantai di rumah. Aturan sederhana ini akan membentuk Si Kecil menjadi pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab.
Menentukan Screen Time untuk Anak
Keberadaan gadget termasuk salah satu gangguan yang membuat anak gagal fokus saat sekolah online. Untuk mengurangi dampak buruk gadget, Moms bisa menentukan screen time untuk anak. Screen time adalah waktu yang bisa digunakan anak untuk bermain gadget (laptop atau smartphone) dan menonton TV. Sebaiknya Si Kecil boleh melakukan screen time di luar waktu sekolah online dan setelah menyelesaikan semua tugas sekolah. Jangan sampai Si Kecil kecanduan gadget hingga aktivitas belajarnya terganggu bila Moms tidak menetapkan aturan screen time secara ketat.
Menyiapkan Makanan Bergizi
Konsentrasi selama sekolah online juga erat kaitannya dengan asupan makanan bergizi yang disantap Si Kecil. Moms mesti telaten menyiapkan hidangan utama dan camilan bergizi untuk buah hati setiap hari. Semua makanan yang Moms sajikan harus mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan serat dengan jumlah sesuai kebutuhan Si Kecil. Sajian selingan berupa camilan favorit Si Kecil pasti membuatnya bahagia dan bersemangat. Makanan bergizi akan membuat buah hati Moms selalu fokus mempelajari banyak hal baru saat sekolah online.
Bila Moms melakukan kelima tips ini saat Si Kecil sekolah online, niscaya prestasi buah hati Moms akan terus meningkat. Si Kecil akan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas dan berbuah luhur sebagai kebanggaan keluarga.

Hand sanitizer merupakan produk kebersihan yang sudah ada sejak bertahun-tahun lalu. Namun, popularitasnya mulai meroket lagi sejak wabah Covid-19 menjangkiti dunia. Membersihkan tangan dengan hand sanitizer adalah alternatif terbaik ketika kita tidak dapat menemukan air bersih dan sabun cuci tangan.
Sayangnya, hingga saat ini masih banyak orang yang keliru memilih dan menggunakan hand sanitizer sehingga manfaatnya kurang maksimal. Sebaiknya Moms menyimak ulasan informasi ini agar tak salah memilih dan menggunakan hand sanitizer, ya.
Yuk, Lebih Cermat Memilih Produk Hand Sanitizer!
Menurut penuturan ahli imunologi, Heather Monday, etil alkohol atau alkohol isopropil adalah bahan hand sanitizer terbaik yang ampuh membunuh mikroorganisme penyebab penyakit. Pernyataan tersebut juga didukung oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention atau CDC) Amerika Serikat yang menjelaskan bahwa hand sanitizer harus mengandung minimal 60%. Namun, kadar alkohol 70% merupakan yang paling tepat dan efektif alkohol membasmi mikroorganisme penyebab penyakit. Latar belakang inilah yang membuat semua produk hand sanitizer di pasaran memiliki kandungan alkohol 70%.
Di samping mencermati kadar alkoholnya, Moms juga mesti lebih jeli memperhatikan kandungan lain dalam hand sanitizer. Pastikan bahwa hand sanitizer pilihan Moms tidak mengandung bahan-bahan kimia berbahaya, misalnya triclosan. Sebab bahan kimia berbahaya rentan menimbulkan gangguan kesehatan kulit dengan intensitas ringan hingga berat. Produk hand sanitizer yang berkualitas biasanya telah lolos uji klinis dan terdaftar di Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Menyiapkan Hand Sanitizer untuk Si Kecil Tentu Tak Boleh Sembarangan
Mulai sekarang, Moms harus ekstra hati-hati menjaga kebersihan tubuh Si Kecil agar terhindar dari wabah Covid-19 dan penyakit menular lainnya. Tangan si kecil harus selalu berada dalam kondisi bersih supaya tidak rentan menjadi media penularan penyakit. Mengajarkan buah hati untuk menggunakan hand sanitizer memang bisa menjadi solusi terbaik. Namun, Moms harus lebih teliti memilih produk hand sanitizer untuk anak-anak. Sebab kulit tangan anak yang sensitif mudah mengalami iritasi jika terpapar bahan kimia berbahaya.
Sekarang, Moms bisa mengandalkan DOREMI Nussa Instant Hand Sanitizer untuk menjaga kebersihan tangan Si Kecil. Produk hand sanitizer DOREMI ini mengandung moisturising formula untuk menjaga kelembapan kulit sehingga terasa lembut di tangan Si Kecil. Penggunaan DOREMI Nussa Instant Hand Sanitizer yang praktis tanpa dibilas ternyata ampuh membasmi bakteri dan kuman yang ada di tangan. Moms jadi tak perlu mengkhawatirkan kesehatan Si Kecil secara berlebihan jika sudah membekalinya dengan produk hand sanitizer yang satu ini.
Mengajak Si Kecil Menggunakan Hand Sanitizer dengan Benar
Menggunakan hand sanitizer bukan sekadar menuangkannya ke telapak tangan. Moms harus mengajarkan cara menggunakan hand sanitizer yang benar kepada Si Kecil. Langkah-langkah tepat menggunakan hand sanitizer untuk membasmi mikroorganisme penyebab penyakit yaitu:
Apakah Moms sudah menyiapkan produk hand sanitizer terbaik untuk Si Kecil?
Tak masalah kok jika selama ini Moms belum memahami cara memilih dan menggunakan hand sanitizer dengan benar. Ini waktunya untuk beralih ke produk hand sanitizer yang berkualitas dan aman bagi kesehatan buah hati.

Sakit gigi memang terasa menyiksa bagi semua orang, terutama bila Si Kecil yang sedang mengalaminya. Biasanya Moms pasti jadi ikut panik jika buah hati mulai rewel akibat sakit gigi. Sayangnya, wabah Covid-19 mempengaruhi penerapan sejumlah kebijakan baru terkait dengan penanganan medis untuk meminimalkan risiko penularan wabah tersebut. Kondisi sakit gigi dianggap tidak urgent sehingga masyarakat diimbau untuk tidak pergi ke dokter gigi untuk sementara waktu.
Duh, kasihan sekali ya bila Si Kecil belum bisa mendapatkan perawatan medis untuk meringankan gejala sakit giginya. Jangan resah dulu dengan keadaan tersebut, Moms. Cobalah melakukan langkah pertolongan pertama ini untuk mengatasi rasa sakit gigi yang dialami buah hati:
Membantu Membersihkan Sisa Makanan pada Mulut Si Kecil
Hal pertama yang bisa Moms lakukan untuk meringankan rasa sakit gigi Si Kecil adalah membantunya membersihkan sisa makanan pada sela-sela gigi. Sisa makanan yang menumpuk selama berhari-hari bisa membusuk dan memicu perkembangbiakan bakteri penyebab sakit gigi. Oleh sebab itu, Moms wajib membantu Si Kecil membersihkan seluruh rongga mulut dengan benang gigi. Lakukan proses ini secara perlahan-lahan agar kotoran di sela-sela gigi lekas terlepas tanpa menyebabkan rasa sakit.
Mengajak Si Kecil Berkumur dengan Air Garam yang Hangat
Garam memiliki kandungan anti bakteri alami yang ampuh membasmi kuman-kuman penyebab sakit gigi. Moms hanya perlu menyiapkan segelas air hangat yang dicampur dengan satu sendok teh garam. Kemudian, ajaklah Si Kecil berkumur dengan larutan air garam tersebut selama 30 detik. Cara ini bisa dilakukan dua hingga tiga kali sehari saat gigi terasa sangat sakit. Bila rongga mulut buah hati Moms sudah bersih dari kuman dan sisa makanan, niscaya rasa sakit giginya akan berkurang.
Menggunakan Kompres Dingin
Rasa sakit gigi yang disertai dengan pembengkakan gusi memang terasa sangat menyiksa. Tak mengherankan deh jika Si Kecil jadi cengeng bahkan tak bisa tidur. Moms dapat mengatasinya dengan menggunakan kompres dingin. Siapkan beberapa potong es batu yang dibalut dengan handuk kecil bersih. Lalu, tempelkan handuk berisi es batu pada pipi Si Kecil yang membengkak selama kurang lebih 15 menit. Setelah 15 menit, lepaskan kompres es batu sebentar lalu ulangi lagi sampai Si Kecil merasa lebih nyaman.
Mengingatkan Anak untuk Menyikat Gigi Secara Teratur
Kondisi sakit gigi yang dialami Si Kecil bisa bertambah parah kalau Si Kecil malas sikat gigi. Sisa makanan dan bakteri yang melekat di gigi dapat membuat gigi Si Kecil jadi berlubang hingga rasa sakitnya sulit ditahan. Jadi, Moms harus selalu mengingatkan buah hati untuk menyikat gigi secata teratur dua kali sehari, yaitu pada pagi hari dan malam hari sebelum tidur. Kandungan fluoride dalam pasta gigi dapat membantu membasmi bakteri penyebab sakit gigi. Bila Si Kecil menyikat gigi dengan benar, rongga mulutnya akan selalu bersih dan terhindar dari risiko sakit gigi yang lebih parah.
Menyiapkan Makanan yang Bertekstur Halus dan Bersuhu Ruangan
Ketika sakit gigi, buah hati Moms pasti kesulitan mengunyah makanan. Suhu makanan dan minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin juga rentan memperparah kondisi sakit gigi Si Kecil. Jadi, sebaiknya Moms menyiapkan makanan yang bertekstur halus dan bersuhu ruangan, misalnya bubur, nasi tim, dan aneka lauk yang teksturnya lembut. Si Kecil juga harus mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis untuk sementara waktu karena kandungan gula berlebihan dapat memicu kemunculan bakteri yang membuat sakit gigi semakin parah.
Kalau Moms tidak panik menghadapi Si Kecil yang rewel saat sakit gigi, pasti Moms bisa berpikir jernih untuk mengatasi keluhan sakit tersebut. Mari menunggu beberapa saat sampai wabah Covid-19 mereda sehingga Moms lebih leluasa mengajak Si Kecil ke dokter gigi.

Anak-anak biasanya mudah bosan dengan aktivitas yang monoton. Apalagi saat ini pandemi Covid-19 membuat Si Kecil tidak bisa bertemu dan bermain dengan teman-teman sebayanya. Sudah pasti Moms yang harus putar otak agar buah hati tak mudah rewel karena bosan berkegiatan #DiRumahAja.
Jangan bingung dulu menghadapi buah hati yang mulai bosan #DiRumahAja ya, Moms. Sebaiknya Moms mencoba tujuh inspirasi permainan ini agar Si Kecil kembali antusias dan bersemangat selama berada di rumah:
Menyusun Puzzle
Keceriaan kakak dan adik saat bermain di rumah memang terdengar menyenangkan. Di sisi lain, Moms wajib lebih cermat menyiapkan sarana permainan yang menyenangkan supaya kids di rumah tak mudah penat atau jadi bertengkar. Salah satu jenis permainan yang cocok untuk Si Kecil adalah puzzle. Kegiatan menyusun puzzle akan membuat kakak dan adik jadi lebih kompak. Jika puzzle yang Moms siapkan berhasil diselesaikan, jangan ragu menyiapkan mainan puzzle baru yang jumlah kepingnya lebih banyak, ya.
Meniup Gelembung Sabun
Semua anak-anak pasti suka bermain gelembung sabun, apalagi jika gelembungnya besar-besar dan tak mudah pecah. Ternyata gelembung sabun tersebut bisa dibuat sendiri di rumah lho, Moms. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat gelembung sabun yaitu:
Ketiga bahan tersebut harus dicampur dalam wadah terbuka hingga merata kemudian didiamkan selama semalaman. Besoknya, Moms bisa memainkan gelembung sabun bersama Si Kecil. Ajaklah buah hati Moms bermain gelembung sabun di teras agar lebih leluasa bergerak dan barang-barang pun tak kotor karena terkena letupan gelembung.
Permainan Tradisional
Momen #DiRumahAja bersama Si Kecil bisa menjadi waktu yang tepat untuk memperkenalkan berbagai permainan tradisional. Banyak sekali permainan tradisional yang tak kalah mengasyikkan dengan game online, seperti congklak, bola bekel, gasing, atau kelereng. Selain mengasyikkan, permainan tradisional juga akan membuat buah hati Moms lebih sehat karena aktif bergerak. Moms bisa mengajak Si Kecil mencoba permainan tradisional ketika Si Kecil mulai bosan dengan game online favoritnya.
Bermain Role Play
Salah satu permainan sederhana yang disukai anak usia empat hingga tujuh tahun adalah role play. Jenis permainannya bermacam-macam, mulai dari dokter-dokteran, jual beli di pasar, hingga polisi-polisian. Sebelum bermain, jangan lupa menyiapkan properti pendukung seperti uang mainan, mainan perlengkapan medis, atau kostum bertema profesi. Biarkan Si Kecil memilih sendiri peran yang ingin dimainkan supaya kreativitasnya makin terasah.
Mencoba Permainan Mandi Bola
Jika Moms memiliki buah hati usia balita, permainan mandi bola bisa menjadi alternatif yang tepat. Isilah wadah besar berupa tenda atau kolam renang karet dengan bola-bola berwarna-warni. Si Kecil pasti senang melihat dan memainkan bola warna-warni yang ada di sekelilingnya. Tak hanya membuat buah hati Moms jadi gembira, permainan mandi bola juga efektif melatih perkembangan sistem motorik kasar Si Kecil. Karena Si Kecil pasti tergugah untuk memegang dan melempar bola-bola yang sedang dimainkannya.
Perosotan dari Kardus
Kardus bekas kemasan elektronik yang berukuran besar sebaiknya tak dibuang begitu saja. Moms dapat memanfaatkannya untuk membuat perosotan di tangga rumah. Caranya, guntinglah kardus besar tersebut lalu letakkan agar menutupi seluruh anak tangga. Moms harus merekatkan kardus dengan benar dan memastikan kalau posisinya aman sebelum dimainkan Si Kecil. Bermain perosotan kardus di dalam rumah bisa menjadi alternatif aktivitas fisik yang sangat seru bagi si kecil lho, Moms.
Berkreasi dengan Lilin Mainan
Lilin mainan yang berwarna-warni memang merupakan sarana permainan yang menarik untuk Si Kecil. Buah hati Moms pasti senang membuat aneka kreasi bentuk dari lilin mainan, terutama jika Moms menyiapkan cetakan yang menarik. Moms harus memastikan bahwa kandungan lilin mainan pilihan Moms benar-benar aman untuk digunakan Si Kecil. Jangan sampai buah hati Moms bermain dengan lilin mainan yang kandungannya berbahaya bagi kesehatan.
Setelah puas bermain, jangan lupa mengajak Si Kecil untuk membersihkan diri ya, Moms. Kebersihan tubuh penting untuk mendukung kesehatan buah hati Moms. Aktif bermain tanpa mengabaikan kebersihan tubuh akan membuat Si Kecil senantiasa sehat dan ceria.

Buah hati yang masih kecil tentu senantiasa bergantung pada orang tuanya, terutama Moms. Namun, pastinya Moms tidak ingin jika nanti Si Kecil masih terus bergantung pada orang lain ketika beranjak dewasa. Itulah sebabnya Moms harus berusaha melatih Si Kecil untuk mandiri sejak dini.
Melatih kemandirian anak ternyata tidak sulit lho, Moms. Beberapa cara ini dapat Moms lakukan agar buah hati mulai belajar mandiri:
Mengizinkan Si Kecil Beraktivitas Bersama Orang Lain
Anak-anak yang selalu beraktivitas bersama orang tua akan sulit berkembang menjadi pribadi mandiri. Sebab biasanya orang tua akan selalu berusaha membantu buah hatinya agar tidak menemui hambatan saat beraktivitas. Agar Si Kecil tak menjadi pribadi yang ketergantungan dengan orang tua, Moms harus mengizinkannya untuk beraktivitas bersama orang lain. Contohnya, bermain bersama teman sebaya tanpa didampingi orang tua atau menginap di rumah om dan tantenya. Dengan demikian, buah hati Moms akan belajar melakukan berbagai hal secara mandiri tanpa meminta bantuan orang tua.
Mengajak Anak Menyelesaikan Pekerjaan Rumah Tangga
Menyelesaikan pekerjaan rumah tangga juga bisa menjadi cara mudah untuk melatih kemandirian anak. Moms bisa memulainya dengan hal-hal sederhana, misalnya mengharuskan Si Kecil untuk mengelap meja dan meletakkan piring kotor di tempat cuci piring setelah makan. Seiring dengan bertambahnya usia Si Kecil, Moms bisa menambah intensitas pekerjaan rumah tangga lainnya seperti menyapu, merapikan pakaian yang sedang dijemur, atau membersihkan kamar mandi. Kebiasaan sederhana ini akan membuat buah hati Moms terlatih untuk bertanggung jawab sejak masih kecil.
Membiarkan Anak untuk Mengambil Keputusan
Kemandirian anak juga bisa dipupuk dengan cara membiarkan anak mengambil keputusan. Moms dapat mengizinkan Si Kecil memilih baju yang akan digunakannya, memilih peralatan makan sebelum membeli, atau menentukan jenis makanan yang diinginkan. Proses pengambilan keputusan akan melatih buah hati Moms untuk menjadi pribadi yang lebih bijaksana dan mampu menghadapi konsekuensi dari pilihannya.
Mengajarkan Konsep Sederhana tentang Literasi Finansial
Sikap mandiri juga sangat berhubungan dengan kemampuan mengelola finansial. Hal ini membuat Moms harus kreatif mengajarkan konsep literasi finansial sejak dini kepada Si Kecil. Moms bisa memulainya dengan memberikan uang jajan untuk buah hati dan mengajarkan cara menabung. Selanjutnya, ajarkan Si Kecil untuk bertanggung jawab terhadap uang yang sudah dimilikinya. Izinkan Si Kecil membeli barang-barang yang diinginkan dengan cara mengumpulkan uang tabungan secara telaten. Selain itu, Moms juga harus mengingatkan kids agar senantiasa hidup hemat dan tidak menghambur-hamburkan uang tabungan secara sembarangan, ya. Pemahaman literasi finansial akan membuat buah hati Moms tumbuh menjadi pribadi yang mandiri sekaligus bertanggung jawab.
Melatih Anak untuk Membeli Sesuatu di Luar Rumah
Waktu masih kecil dulu, Moms pasti pernah disuruh orang tua untuk pergi ke warung sendirian dan membeli sesuatu, ya. Ternyata hal sederhana tersebut bisa menjadi cara ampuh untuk melatih kemandirian Si Kecil lho, Moms. Bila Si Kecil sudah memasuki usia sekolah, Moms bisa membiarkan Si Kecil membeli sesuatu sendirian di warung, toko, atau minimarket yang letaknya dekat dengan rumah. Ketika membeli sesuatu, buah hati Moms akan belajar berhitung, menjaga uang yang dibawanya, serta berinteraksi dengan orang lain. Sehingga Si Kecil akan berkembang menjadi lebih mandiri dan tidak mengalami kesulitan saat berinteraksi di luar rumah.
Masih banyak kok hal-hal sederhana yang dapat Moms lakukan untuk melatih kemandirian si kecil. Jangan sampai Si Kecil terlalu asyik bermanja-manja dengan Moms, ya. Pastikan bahwa tingkat kemandirian buah hati Moms juga berkembang seiring dengan pertambahan usianya.

Wabah Covid-19 di tanah air membuat sebagian orang harus beraktivitas #DiRumahAja, termasuk anak-anak. Aktivitas di sekolah terpaksa ditiadakan demi meminimalkan risiko penyebaran wabah pada anak-anak. Namun, beraktivitas di rumah bukan berarti membuat Si Kecil bebas dari tanggung jawabnya dalam belajar ya, Moms.
Sudah lebih dari 2 bulan kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke rumah. Peran Moms kini bertambah sebagai pendamping sekaligus guru ketika kids belajar di rumah. Nah, bagaimana agar kegiatan belajar di rumah ini efektif dan Moms bisa membagi waktu untuk melakukan aktivitas lainnya? Yuk, simak tips-tipsnya berikut ini!
Mengenal Waktu Produktif Si Kecil
Setiap anak pasti memiliki karakter yang berbeda-beda, termasuk untuk urusan gaya belajar. Ada anak-anak yang lebih produktif dan cepat menyerap ilmu baru di pagi hari. Namun, ada pula anak yang lebih mudah fokus bila belajar di sore hari. Moms bertugas mengenali waktu produktif si kecil supaya bisa menetapkan momen belajar yang tepat. Sebab waktu belajar yang tepat akan membuat buah hati Moms lebih mudah memahami pelajaran dan mempraktikan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari.
Menyiapkan Suasana Belajar yang Nyaman
Aktivitas belajar Si Kecil akan berlangsung lancar bila ditunjang dengan suasana yang nyaman. Jadi, Moms harus memastikan bahwa Si Kecil sudah berada di ruangan yang mendukung proses belajarnya, yaitu ruangan yang bersih, tidak panas, dan bebas bising. Ruangan yang tenang bisa membuat kids lebih mudah berkonsentrasi saat belajar. Jika buah hati Moms mulai bosan belajar di dalam ruangan selama berhari-hari, Moms juga bisa menyiapkan alternatif berupa ruang belajar outdoor di teras. Belajar di luar ruangan sangat tepat untuk mendukung tema pelajaran tertentu, misalnya sains dan olahraga.
Mengajak Si Kecil untuk Belajar Kedisiplinan
Jangan panik dulu bila Moms harus mengawasi Si Kecil yang sedang belajar sekaligus melakukan aktivitas lainnya. Moms bisa memberikan tenggat waktu kepada Si Kecil untuk menyelesaikan pelajarannya sewaktu Moms melakukan aktivitas lain di rumah. Contohnya, Moms menetapkan waktu setengah jam agar Si Kecil menyelesaikan tugas sekolahnya. Setelah setengah jam, Moms harus memeriksa hasil belajar si kecil. Moms juga bisa memberikan sanksi ringan bila Si Kecil tidak dapat menuntaskan sesi belajarnya secara maksimal, misalnya mengurangi porsi camilan favoritnya. Gaya belajar ini akan membuat buah hati Moms lebih disiplin dalam menggunakan waktu meskipun proses belajarnya tidak langsung diawasi orang lain.
Menetapkan Jeda Waktu Belajar untuk Anak
Tahukah Moms kalau belajar terlalu lama bisa membuat Si Kecil jadi tak fokus dan mudah bosan?
Kids juga butuh waktu untuk beristirahat dalam kegiatan belajar lho, Moms. Jadi, sebaiknya Moms menetapkan jeda waktu belajar yang cukup untuk Si Kecil, ya. Misalnya, aktivitas belajar selama satu jam diselingi waktu makan dan tidur siang. Jeda waktu tersebut akan membuat anak punya kesempatan untuk beristirahat dan merekam hal-hal yang baru dipelajarinya. Manfaat belajar akan lebih maksimal dan tak akan membuat buah hati Moms jadi kapok.
Membuat Camilan Favorit Si Kecil
Buah hati Moms pasti lebih semangat belajar bila disuguhi camilan favoritnya. Tak ada salahnya kalau Moms meluangkan waktu membuat camilan untuk menemani aktivitas belajar Si Kecil. Camilan favorit juga bisa dijadikan reward bila Si Kecil sudah berhasil menyelesaikan aktivitas belajar sesuai dengan target yang sudah Moms berikan. Siapa sih yang tak tergiur menikmati camilan lezat setelah lelah belajar.
Mulai sekarang, Moms wajib mengajak buah hati untuk bersikap proaktif saat belajar, ya. Kesabaran Moms dalam membimbing Si Kecil akan mendukung tumbuh kembangnya menjadi pribadi yang cerdas dan berbudi luhur.
