
Menghadapi anak yang kurang percaya diri memang tidak mudah, diperlukan kasih sayang lebih hingga dukungan motivasi agar rasa percaya dirinya bangkit dan membuatnya berani tampil di depan banyak orang. Selain itu, diperlukan kesabaran ekstra bagi para orang tua untuk mendidiknya. Nah salah satu cara untuk membangkitkan rasa percaya diri pada Si Kecil, adalah dengan melakukan Theraplay!
Theraplay adalah suatu terapi untuk mengasah kreativitas Si Kecil dengan cara bermain. Perbedaan dengan terapi lain adalah theraplay dilakukan dengahn cara yang menyenangkan, yaitu terapi sambil bermain. Tujuannya adalah untuk membangun rasa percaya diri pada si Kecil sehingga ia tidak perlu takut atau malu-malu lagi untuk “unjuk gigi” didepan orang banyak.
Theraplay mulai diminati karena terapi yang menyenangkan ini bisa membantu anak membangun dan meningkatkan rasa percaya dirinya untuk berinteraksi di lingkungan sosial. Si Kecil yang kurang percaya diri biasanya akan sulit untuk berbaur di lingkungan sosial, bahkan dia lebih sering menyendiri dibanding bermain dengan teman-teman seusianya.
Berinteraksi di lingkungan sosial, Si Kecil tentunya tak bisa begitu saja membaur dengan lingkungan yang belum dia kenal sebelumnya. Terlebih bila selama ini Si Kecil lebih terbiasa bermain hanya dengan keluarganya saja. Minimnya interaksi sosial akan membuat Si Kecil tidak percaya diri dan kesulitan membaur. Sebagai orangtua, tentu Moms khawatir. Apalagi, jika keadaan seperti itu sudah berlangsung cukup lama.
Nah dengan theraplay ini, mungkin bisa membantu Moms dalam membangkitkan rasa percaya diri pada Si Kecil. Seperti apa sih contoh kegiatannya? Yuk simak ulasan berikut ini.
Bernyanyi Bersama
Salah satu aktivitas theraplay adalah bernyanyi bersama, ajaklah Si Kecil untuk karaokean di rumah, kemudian biarkan dia memilih lagu apa yang paling dia sukai. Ajak juga anggota keluarga lainnya untuk bernyanyi bersama-sama. Ingat, jangan pernah mengejek Si Kecil apabila suaranya kurang bagus, biarkan saja ia mengekspresikan kesenangannya melalui kegiatan tarik suara.
Menari Bersama
Contoh lainnya adalah menari bersama, aktivitas ini sangat menyenangkan apabila dilakukan bersama dengan Si Kecil lho Moms. Putarlah lagu favorit Si Kecil kemudian gerakan tubuh, Si Kecil pasti akan mengikuti apa yang Moms lakukan, apalagi jika musik yang diputar adalah lagu favoritnya yang. Pasti ia akan berlenggak-lenggok dengan sendirinya ^^
Sebetulnya masih ada kegiatan Theraplay lainnya seperti menggambar bersama, bersepeda bersama, atau sekedar main di taman. Intinya ajak Si Kecil melakukan kegiatan yang menyenangkan baginya, dengan begitu ia akan lebih pede lagi, terutama dalam menampilkan bakat dan kemampuannya di dalam lingkungan sosial.
Semoga Bermanfaat :D
Setiap orang tua pasti ingin buah hatinya menjadi anak yang berprestasi, betul tidak Moms? Maka dari itu orang tua harus lebih memperhatikan kemampuan berpikir serta tingkat kecerdasan anak. Namun, kesibukan sering kali membuat anak luput dari perhatian orang tua. Padahal, kunci keberhasilan anak dalam pendidikan di sekolahnya dapat dipengaruhi dari peran orang tua.
Sebetulnya ada beberapa cara yang bisa Moms lakukan agar Si Kecil dapat lebih berprestasi di sekolahnya, yuk simak tips-tips berikut ini:
Membuat Anak Gemar Membaca
Aktivitas membaca merupakan salah satu faktor penunjang kecerdasan otak anak. Mengajari Si Kecil untuk gemar membaca memang tidak mudah. Mulai dari sejak dini, Moms harus menjelaskan manfaat dari membaca itu sendiri, memberikan tempat yang nyaman saat membaca dan membiarkannya membaca buku-buku yang ia sukai. Dengan demikian, saat Si Kecil sudah dewasa dan memasuki usia sekolah, ia akan terbiasa dengan aktivitas membaca buku tersebut.
Pintar Dalam Membagi Waktu
Pintar dalam membagi waktu di sini berarti teratur dalam menentukan jadwal. Percaya deh, Moms. Si Kecil kalau tidak diberi jadwal yang tepat, dia bakalan lebih banyak mainnya dibandingkan dengan belajarnya. Moms harus bisa membagi waktu antara jam bermain dan jam mengerjakan PR, dengan begitu sikap disiplin Si Kecil akan mulai terlatih sehingga membuatnya makin berprestasi di sekolahnya.
Cari Tahu dan Dukung Bakatnya
Setiap anak memiliki bakat dalam bidangnya masing-masing, nah bakat inilah yang mempengaruhi perkembangan prestasinya di sekolah. Pertama-tama cari tahu terlebih dahulu bakat apa yang dimiliki oleh Si Kecil dengan cara mengamati kegiatan apa yang paling sering ia lakukan. Setelah ketemu, tugas Moms berikutnya adalah dengan mendukungnya untuk mengembangkan bakat tersebut. Jangan pelit memberikan pujian ketika Si Kecil berhasil meraih prestasi melalui bakatnya tersebut.
Berpartisipasi dalam Kegiatan Sekolah
Sekolah biasanya mengadakan kegiatan-kegiatan bermanfaat lain di luar jam belajar. Seperti ekstra kulikuler dan beragam perlombaan. Rayulah Si Kecil agar berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, dengan begitu bukan hanya prestasi akademiknya saja yang bisa diraih, namun prestasi di bidang lain pun akan terasah secara bersamaan.
Yuk Moms, dukung terus si kecil untuk makin berprestasi di sekolahnya. Jangan lupa untuk melakukan tips-tips di atas yah!
Semoga berhasil ^^

Setiap orang tua pasti ingin memiliki anak yang selalu ceria ketika bermain dengan teman-teman seusianya. Si Kecil yang terampil bergaul seperti ini tidak akan membuat para orang tua menjadi khawatir. Namun sebaliknya, Si Kecil yang penyendiri, pemurung dan sukar bersosialisasi justru membuat kebanyakan orang tua menjadi khawatir.
Apa yang bisa orang tua lakukan jika Si Kecil sulit untuk bergaul? Tentunya Moms perlu mengajarkan pada Si Kecil tentang pentingnya bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Jangan pernah biarkan dia menjadi seorang penyendiri dan kurang memiliki rasa percaya diri, karena ini dapat membahayakannya. Bisa jadi Si Kecil menjadi korban bullying bagi teman-teman seusianya. Nah berikut ini adalah cara yang bisa Moms lakukan agar Si Kecil makin terampil bergaul.
1. Buat Ia Makin Percaya Diri.
Si Kecil yang kurang percaya diri bisa jadi karena kurangnya dukungan dan motivasi dari orang-orang disekelilingnya. Oleh karena itu Moms perlu membuatnya jadi makin percaya diri. Caranya adalah dengan memberikannya support saat ia mulai berani untuk tampil di depan umum. Selain itu, berikan pujian-pujian kecil untuknya saat berani melakukan sesuatu.
2. Buat Cara Interaksi yang Menyenangkan
Cara Si Kecil berinteraksi dengan lingkungan sekitar sangat bergantung pada pengaruh pola asuh dan hubungan antara Si Kecil dengan orang tuanya. Jangan terlalu kaku dengan Si Kecil ya Moms! Karena selain berperan sebagai orang tua, Moms harus bisa berperan sebagai temannya juga. Anak yang sering bermain dengan orangtuanya biasanya akan terampil bergaul dengan teman-teman seusianya juga.
3. Bekali Si Kecil dengan Pengetahuan Mengenai Aturan-Aturan Sosial.
Dalam bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, ada aturan-aturan tak tertulis yang sudah semestinya Moms ajarkan pada Si Kecil. Misalnya, tidak boleh merebut mainan teman, minta maaf apabila berbuat kesalahan, minta ijin apabila ingin memakai barang teman, dan sebagainya. Aturan-aturan akan membuat anak bersosialisasi dengan baik serta benar dan membuat Si Kecil disukai oleh teman-temannya.
4. Ajari Sopan Santun
Si Kecil harus diajarkan sopan santun sejak dini, hal ini mencegah adanya sikap “kurang ajar” pada orang yang lebih tua. Bayangkan saja, apabila dengan orang yang lebih tua ia berani bertindak tidak sopan, apalagi dengan teman-teman seusianya? Sopan santun juga penting untuk di diajarkan karena dapat membuat kemampuan bersosialisasinya jadi semakin baik.
Itu dia beberapa cara yang bisa Moms lakukan agar Si Kecil jadi pandai bergaul. Berikan terus perhatian yang lebih untuk Si Kecil ya Moms, niscaya Si Kecil bakalan tumbuh menjadi pribadi yang luar biasa ^^

Matematika mungkin termasuk salah-satu mata pelajaran yang paling dibenci oleh Si Kecil, bahkan kebanyakan anak sudah menganggap kalau matematika adalah salah satu momok yang menakutkan di sekolah. Karena bukan hanya sulit untuk dikerjakan, matematika juga membutuhkan kekuatan logika dalam menjawab setiap pertanyaan serta membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menjawabnya. Makanya, matematika lebih sering “dibenci” daripada “disukai”
Sebetulnya matematika itu penting dalam kehidupan sehari-hari, dan ini dapat berguna untuk kehidupan Si Kecil kelak. Nah, untuk itu Moms harus membantunya agar lebih menyukai matematika. Nah, berikut adalah beberapa tips yang bisa Moms lakukan untuk membantu Si Kecil belajar matematika:
1. Ajarkan Sejak Dini
Kenalkanlah Si Kecil dengan matematika sejak dini, misalkan, dengan meminta Si Kecil mengambil beberapa butir buah atau sayuran ketika Moms hendak memasak. Meskipun remeh, ini juga membantunya memahami matematika sejak dini. Ajaklah Si Kecil bermain teka-teki yang menggunakan logika berhitung, dengan begitu Si Kecil jadi makin terbiasa dengan matematika nantinya.
2. Sesuaikan dengan Usia
Dalam belajar matematika sebaiknya Moms sesuaikan juga dengan usia Si Kecil. Misalnya, Si Kecil masih berusia 5 tahun, cara mengajarnya tentu berbeda dengan anak yang sudah berusia 7 tahun. Anak-anak berusia 5 tahun kemampuan fokusnya masih sangat rendah sehingga menguasai matematika dasar pun amat sangat sulit untuk bisa dimengerti olehnya. Jadi, semakin besar usianya, semakin tinggi pula tingkat kesulitan dalam berhitungnya.
3. Ajarkan Dasar Matematika
Sebelum memasuki dunia matematika yang sesungguhnya, sebaiknya Moms ajarkan terlebih dahulu dasar dari matematika berupa penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Ini menjadi modal awal bagi Si Kecil untuk bisa menguasai matematika. Apabila dasar matematika tersebut sudah dikuasai sepenuhnya, maka Si Kecil tidak akan lagi kebingungan dalam berhitung menggunakan logika.
4. Buatlah suasana belajar yang menyenangkan
Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bukan hanya menunjang Si Kecil dalam belajar matematika, namun keseluruhan pelajaran bisa dia kuasai bila ruangan tempatnya belajar memang nyaman dan menyenangkan. Tambahkan pernak-pernik menarik pada dinding ruangan, bila perlu setel musik-musik yang menenangkan. Dengan begitu Si Kecil jadi lebih betah berlama-lama dengan buku pelajarannya.
5. Sesuaikan dengan Gaya Belajarnya
Anak memiliki gaya belajarnya sendiri, misalnya anak-anak tipe matematis logis, ia lebih suka belajar dengan cara berkesperimen dan memecahkan masalah atau teka-teki. Sementara anak dengan kecerdasan spasial, maka metode gambar akan lebih membantunya dalam memahami topik yang sedang diberikan. Jadi, biarkan dia belajar dengan metode yang disukainya.
Selamat mencoba ya Moms, semoga Si Kecil nggak takut lagi dengan momok Matematika.
See you, Moms^^

Alergi merupakan masalah yang sangat umum dan sering dialami oleh anak-anak. Masalah ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap suatu zat yang sebetulnya tidak berbahaya bagi kesehatan. Sekitar 90% alergi yang dialami oleh anak disebabkan oleh makanan, 10% sisanya berasal dari faktor lain seperti suhu, pakaian, sabun, dan lain-lain.
Munculnya alergi terutama pada bagian kulit yang biasanya akan berubah jadi kemerahan. Kalau Si Kecil mengalami alergi, Moms pasti dibuat kebingungan kan? karena hingga saat ini, belum ada obat yang mampu menyembuhkan alergi, meski ada obat peredanya. Oleh karena itu, sebaiknya kenali dahulu apa penyebabnya. Nah, berikut ini adalah makanan-makanan pemicu utama munculnya alergi.
Telur & susu
Telur dan susu merupakan makanan yang paling kaya akan kandungan protein. Memang sangat sulit untuk menghindari 2 jenis makanan yang satu ini, namun cobalah untuk mendeteksi masalah alergi pada Si Kecil. Apabila setelah mengonsumsi telur atau susu tidak ada perubahan pada kulit Si Kecil, berarti kedua sumber protein ini aman baginya. Sebaliknya, jika Si Kecil mengalami alergi setelah memakan telur dan susu, cobalah ikan, daging, dan biji-bijian sebagai alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan protein.
Kacang-kacangan
Kacang-kacangan seperti kedelai, almond, mede, dan lain-lain juga termasuk penyebab dari alergi yang biasa menyerang anak. Meski begitu, relatif lebih mudah untuk mengatasi masalah alergi ini karena kacang-kacangan bukan menu utama untuk kebutuhan protein dan mudah untuk digantikan.
Gandum dan Gluten
Alergi yang disebabkan oleh gandum dan gluten biasanya memiliki efek yang sangat cepat. Kulit anak akan menjadi merah dan nafasnya terdengar parau hingga pada titik yang paling parah, anak bisa mengalami muntah-muntah dan diare.
Sabun, Udara, Pakaian
Sabun yang di maksud di sini tidak hanya sabun untuk badan loh Moms, bisa juga untuk shampoo dan sabun tangan. Oleh karena itu, jangan sampai Moms salah memilih produk tersebut ya. Percayakan saja ke DOREMI kids care karena semua produk DOREMI kids care sudah melewati Dermatology test. Sehingga aman untuk Si Kecil.
Selamat mencoba

Mungkin Moms sudah mengetahui bahwa tumbuh kembang Si Kecil bukan hanya berasal dari nutrisi dan gizi dari tiap makanan yang dikonsumsi saja. Namun aktivitas yang dilakukan juga mempengaruhi proses tumbuh kembangnya.
Terlalu memperhatikan gizi dan nutrisinya saja belum tentu baik lho, Moms! Karena anak-anak zaman sekarang lebih rentan mengalami obesitas akibat terlalu banyak makan namun tidak diselingi oleh olahraga dan aktivitas yang seimbang.
Nah, beberapa jenis aktivitas ini ternyata mampu membuat tumbuh kembang Si Kecil jadi lebih optimal. Apa saja sih? Let’s find out, Moms!
Olahraga
Kegiatan yang satu ini memang mengeluarkan banyak sekali energi, namun juga sesuai dengan manfaat yang akan didapatkan. Oleh karena itu, Moms harus memberikan makanan yang mengandung banyak kalori sebelum Si Kecil mulai berolahraga, dengan begitu proses pertumbuhan akan menjadi lebih optimal.
Bermain bersama
Melakukan berbagai permainan dengan Si Kecil merupakan salah satu kegiatan yang paling menyenangkan. Betul kan Moms? Apalagi sudah menjadi naluri yang memang sangat suka bermain. Biasanya, Si Kecil akan lebih sering bermain saat mulai mengenal orang-orang dari lingkungan sekitarnya. Lewat permainan, Si Kecil akan belajar banyak hal, sehingga mempengaruhi pertumbuhan sel-sel otak.
Membaca Untuknya
Ingin Si Kecil jadi lebih cerdas? Ajari ia membaca! Jangan menunggu hingga memasuki usia sekolah untuk mengajaknya membaca buku bersama-sama. Si Kecil biasanya sangat tertarik mendengarkan cerita dongeng dengan visualisasi yang menarik. Bacakanlah cerita untuknya atau membaca bersama dengannya, dengan begitu Si Kecil bisa menajamkan indera-inderanya.
Mendukung bakatnya
Setiap anak pasti memiliki antusias yang tinggi terhadap kegiatan yang sesuai dengan hobinya. Misalkan Si Kecil sangat suka melukis, biarkan saja ia bersenang senang dengan cat dan kuasnya, meski hal ini akan membuatnya menjadi sangat kotor. Dampingilah Si Kecil melakukan aktivitas favoritnya, dengan begitu kita dapat mendukung dan mengasah bakatnya hingga Si Kecil tumbuh menjadi anak yang hebat.
Setiap orang tua pastinya ingin buah hatinya berkembang dengan lebih optimal. Oleh karena itu, lakukanlah aktivitas-aktivitas bermanfaat seperti di atas ya Moms!
Selamat mencoba.

Rasa mencintai tanah air perlu ditanamkan pada diri anak sejak dini, karena ini merupakan identitasnya sebagai warga negara yang berdaulat. Cinta tanah air adalah perasaan cinta terhadap bangsa dan negara sendiri. Definisi lain mengatakan kalau cinta tanah air adalah rasa kebanggaan, rasa menghargai, rasa menghormati dan rasa memiliki yang dimiliki oleh setiap orang pada negara tempat ia dilahirkan hingga dibesarkan.
Untuk membuat Si Kecil makin cinta dengan negaranya, Indonesia. Moms perlu mengajarkannya dengan cara-cara sederhana dan menyenangkan seperti berikut ini:
Mengajak anak berwisata ke museum
Anak-anak sangat menyukai pergi berwisata, apalagi jika mengunjungi tempat-tempat baru yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya. Wahh, pastinya Si Kecil akan lebih bersemangat nih! Cobalah untuk mengajaknya pergi ke museum yang berhubungan dengan sejarah negara. Di tempat ini Si Kecil akan belajar banyak, mulai dari para pahlawan nasional, tanggal-tanggal penting di masa lampau, hingga peninggalan bersejarah.
Menggunakan produk lokal
Dengan membeli dan menggunakan produk lokal, secara tidak langsung mengajarkan pada Si Kecil untuk mencintai produk-produk dalam negeri. Hal ini juga membiasakan Si Kecil agar selalu memilih produk lokal dibandingkan produk luar negeri.
Menceritakan sejarah
Walaupun Si Kecil menerima pelajaran sejarah di sekolahnya, belum tentu ia memahami sepenuhnya tentang sejarah bangsa dan negara. Ceritakan secara singkat kisah-kisah perjuangan para pahlawan dalam berjuang melawan para penjajah sebelum Si Kecil tertidur. Kenalkan padanya siapa itu Bung Karno, Bung Hatta dan pahlawan-pahlawan lainnya yang telah berjuang membebaskan bangsa kita dari tangan penjajah.
Ikut merayakan hari nasional
Sebagai warga negara yang baik, kita diwajibkan untuk turut berpartisipasi dalam merayakan hari nasional, ada banyak kegiatan menarik yang bisa dilakukan pada hari-hari peringatan tersebut. Misalnya saat hari kemerdekaan yang biasa diperingati setiap 17 agustus, ajaklah Si Kecil berpartisipasi dalam perlombaan yang diadakan di lingkungan sekitar. Selain menumbuhkan rasa cinta tanah air, hal ini juga membantu Si Kecil dalam bersosialiasi.
Nah itu dia cara sederhana yang bisa Moms lakukan agar Si Kecil mencintai tanah airnya. Percaya deh Moms, Si Kecil membutuhkan jati dirinya sebagai bagian dari negara kita tercinta. So? Jangan lupa untuk menerapkan cara-cara di atas ya!
See you, Moms ^^
